banner 728x90

Kutim Siapkan Generasi Emas Lewat Digitalisasi Sekolah

Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur
Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutimzone.com)

Sangatta – “Digitalisasi ini investasi besar. Dan Kutim harus menjadi daerah yang tidak tertinggal, apalagi menghadapi bonus demografi,” tegas Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Kamis (27/11/2025). Ucapannya menggambarkan tekad kuat pemerintah daerah untuk menjadikan teknologi sebagai landasan utama dalam membentuk masa depan pendidikan.

Melalui program akselerasi transformasi pendidikan digital, Disdikbud Kutim menargetkan lima capaian utama: guru melek teknologi, pembelajaran interaktif, konektivitas internet yang stabil di semua sekolah, siswa dengan daya saing global, serta keberlanjutan program hingga 2035. Semua dirancang bukan hanya untuk menjawab tuntutan zaman, tetapi juga untuk memastikan pendidikan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi era bonus demografi.

“Kami ingin pembelajaran interaktif menjadi budaya baru di setiap ruang kelas,” ujar Irma. Disdikbud terus memperluas pelatihan guru di bidang literasi digital dan memastikan distribusi perangkat teknologi merata ke sekolah-sekolah. Langkah ini diambil agar metode pengajaran makin relevan dan mampu menumbuhkan kreativitas serta kemandirian siswa.

Ketersediaan internet menjadi kunci utama. Untuk itu, pemerintah tengah memetakan titik-titik blank spot di daerah pedalaman Kutim. Internet yang stabil diyakini akan membuka akses lebih luas ke sumber belajar global serta mempercepat integrasi teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar.

Irma menambahkan, keberhasilan transformasi ini harus terlihat nyata, dengan lahirnya generasi Kutim yang mampu bersaing di tingkat internasional. Penguasaan komunikasi digital, kolaborasi global, hingga penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan cloud learning menjadi fokus pengembangan ke depan.

“Kami sedang menyiapkan generasi emas, dan fondasinya harus dibangun sejak sekarang,” katanya menegaskan.

Program digitalisasi ini juga bersifat inklusif, menyasar seluruh sekolah hingga pelosok daerah. Pemerintah berkomitmen agar tak ada anak Kutim yang tertinggal dari kemajuan zaman. Sinergi antarinstansi, dukungan infrastruktur, dan partisipasi aktif komunitas pendidikan menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi ini.

Jika dijalankan secara konsisten dan kolaboratif, program ini tak hanya akan mengangkat kualitas pendidikan di Kutim, tetapi juga menempatkan daerah ini sebagai model sukses digitalisasi pendidikan di kawasan timur Indonesia. (ADV/RI)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *