Kutimzone.com, Sangatta – Sebuah langkah konkret ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat. Melalui Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Perkim), program rumah layak huni terus digencarkan sebagai bagian dari prioritas pembangunan manusia. Sepanjang 2025, total 700 unit rumah berhasil dibangun dan direhabilitasi untuk warga berpenghasilan rendah.
Program ini mencakup dua skema utama: pembangunan rumah baru dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Kepala Bidang Perumahan Umum Perkim Kutim, Astana Lode, menyebutkan bahwa dari total tersebut, sekitar 200 unit merupakan rumah baru, sedangkan 500 unit lainnya direhabilitasi di empat kecamatan prioritas: Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung.
“Rata-rata lebih dari 100 unit per kecamatan untuk rehab. Totalnya sekitar 500 rumah,” jelas Astana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2025) lalu.
Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari skema 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, yang menargetkan pembangunan 1.000 unit rumah layak huni. Fokusnya adalah menyasar masyarakat miskin yang selama ini tinggal di tempat tinggal tidak memadai, baik dari aspek struktur, sanitasi, maupun keselamatan.
“Tahun depan ada lagi, hanya menyesuaikan anggaran,” lanjutnya.
Namun, lebih dari sekadar menyediakan tempat tinggal, program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Rumah yang sehat dan aman diyakini mampu mendukung kesejahteraan keluarga serta menciptakan lingkungan yang tertata dan produktif.
Astana menegaskan bahwa pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu prioritas utama kepala daerah, sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan. Perkim juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dan rehabilitasi memenuhi standar teknis serta benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.
Pemerintah Kutim berharap kehadiran rumah-rumah ini menjadi fondasi kuat untuk pembangunan manusia di masa depan. Bukan sekadar atap dan dinding, tetapi juga harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga penerima manfaat. (ADV/RI).






Respon (9)