banner 728x90

Disdikbud Kutim Genjot Digitalisasi Lewat 750 Guru Terlatih

Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur
Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Dari ruang kelas ke ruang digital, 750 guru di Kutai Timur kini resmi menyelesaikan pelatihan Google Workspace for Education Level 0, menandai langkah besar Disdikbud Kutim dalam mempercepat literasi digital di dunia pendidikan. Pelatihan yang digelar dalam empat batch ini menjadi titik tolak pembiasaan penggunaan teknologi dalam proses belajar-mengajar.

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menyatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan membekali guru secara teknis, tetapi juga untuk mendorong transformasi pola pikir agar teknologi menjadi bagian dari keseharian di sekolah.

“Level 0 sudah kemarin empat batch, target sekitar 750 orang tenaga pendidik,” jelas Irma saat ditemui di Kantor Bupati Kutim, Jumat (14/11/2025).

Materi pelatihan mencakup dasar penggunaan akun pembelajaran dan aplikasi-aplikasi seperti Google Form, Sheet, hingga Drive. Para guru juga diajak memahami cara kolaborasi daring dan penggunaan perangkat digital yang relevan dengan kebutuhan kurikulum saat ini.

Program ini bukan sekadar pengenalan teknologi, tetapi juga menjadi proses seleksi bagi guru-guru potensial untuk melanjutkan ke pelatihan Level 1. Mereka yang lolos post-test dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam pembelajaran digital akan diikutsertakan dalam bimbingan teknis lanjutan.

Kegiatan ini selaras dengan misi besar Disdikbud Kutim dalam mencetak sekolah-sekolah digital melalui program Sekolah Rujukan Google (KSRG). Di mana, setiap sekolah kandidat wajib menyelesaikan pelatihan Level 0, dan setidaknya 30 persen guru harus mencapai Level 1 untuk memenuhi syarat akreditasi digital.

Namun, Irma juga menyoroti tantangan infrastruktur. Sekolah-sekolah yang masuk kandidat KSRG dituntut menyiapkan perangkat seperti Chromebook dan memastikan jaringan internet mendukung proses digitalisasi yang optimal.

Transformasi pendidikan ini dianggap sangat penting, mengingat tuntutan kurikulum yang semakin berbasis teknologi serta kebutuhan generasi masa depan akan sistem pembelajaran yang modern, fleksibel, dan kolaboratif.

Disdikbud Kutim menegaskan bahwa ini baru awal dari perubahan besar. Dengan 750 guru yang sudah dibekali kemampuan dasar, diharapkan percepatan digitalisasi pendidikan bisa terwujud secara merata di seluruh sekolah di Kutai Timur. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *