Kutimzone.com, Sangatta – Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Kalimantan Timur tahun 2025, Kutai Timur tampil sebagai kuda hitam yang mencuri perhatian. Untuk pertama kalinya sejak keikutsertaannya, kontingen Kutim sukses meraih 12 medali emas—capaian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Popda yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara pada 20 hingga 27 November 2025 menjadi panggung kejayaan baru bagi olahraga pelajar Kutai Timur. Selain 12 emas, kontingen ini juga membawa pulang 13 perak dan 28 perunggu, sehingga total medali mencapai 53 buah. Ini menandai lonjakan tajam dari tahun-tahun sebelumnya, di mana Kutim bahkan tak pernah menyentuh podium tertinggi.
“Artinya ini prestasi yang luar biasa dan pembinaan usia dini yang kita lakukan itu on the track,” ungkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari pembenahan sistematis selama dua tahun terakhir. Mulai dari seleksi atlet yang lebih ketat, peningkatan intensitas pelatihan, hingga kehadiran pelatih profesional dari berbagai cabang olahraga, semuanya dilakukan demi membangun fondasi atletik yang lebih kuat.
Menurut Basuki, pergeseran arah pembinaan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan perubahan jangka panjang dalam iklim olahraga pelajar Kutim. Dan hasilnya kini mulai terlihat.
Antusiasme masyarakat pun turut mewarnai keberhasilan ini. Orang tua, guru, dan pembina olahraga menyambut capaian ini sebagai tonggak kebangkitan olahraga pelajar di Kutai Timur. Bahkan, sejumlah sekolah mulai menyiapkan program dukungan atlet muda sebagai tindak lanjut dari kesuksesan tersebut.
Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga, memperkuat karakter, dan membentuk budaya disiplin di kalangan pelajar.
Basuki juga menegaskan komitmen pihaknya untuk mempertahankan momentum ini. Dispora Kutai Timur akan terus mengevaluasi dan memperkuat pembinaan agar para atlet bisa melangkah lebih jauh, termasuk bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Kutai Timur kini tak lagi dipandang sebelah mata dalam arena olahraga pelajar. Lewat kerja keras, konsistensi, dan strategi jitu, mereka telah membuktikan bahwa kejayaan bisa lahir dari tempat yang dahulu tak diperhitungkan. (ADV/RI).






Respon (7)