banner 728x90

Diskepang Kutim Dorong Pemerataan Pangan Lewat Program GPM

Kepala Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, Alidi.
Kepala Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, Alidi. (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Pemerataan pangan bukan lagi wacana. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur (Diskepang Kutim) membuktikannya lewat implementasi konsisten Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan. Di tengah tingginya harga bahan pokok, GPM menjadi salah satu solusi yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.

Alidi, Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, mengatakan bahwa program ini telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Kutim dalam menjaga ketahanan pangan lokal.

“GPM bukan hanya bentuk intervensi darurat. Ini sudah jadi agenda tetap kami, khususnya untuk mendekatkan akses pangan ke masyarakat di lokasi rawan,” jelasnya pada Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, penyelenggaraan GPM dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan daerah. Wilayah-wilayah yang sulit dijangkau distribusi pasar menjadi prioritas pelaksanaan program.

“Setiap wilayah kami evaluasi secara berkala. Titik intervensi ditentukan berdasarkan kondisi lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.

Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini bisa memperoleh paket sembako dengan harga Rp102.000, berisi 5 kg beras SPHP, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng, cukup dengan menunjukkan KTP.

“Respon masyarakat sangat positif. Banyak yang menyebut ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga mereka,” tambah Alidi.

Lebih dari itu, Diskepang Kutim menekankan bahwa kehadiran GPM merupakan upaya menjembatani kesenjangan ekonomi dan memperkuat perlindungan sosial berbasis pangan.

“Distribusi harus merata. Jangan sampai warga di pedalaman merasa terpinggirkan dalam hal akses pangan,” tegasnya.

Ke depan, Diskepang akan terus memperluas jangkauan GPM serta memperkuat mekanisme pemantauan dan evaluasi di setiap pelaksanaan.

“Dengan pola distribusi yang efisien dan tepat, kami yakin ketahanan pangan lokal bisa semakin kokoh, bahkan dalam situasi krisis,” pungkas Alidi. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *