banner 728x90

Turnamen Esport Bupati Cup 2025 Dimulai di Kutim

Mahyunadi, Wakil Bupati Kutim
Mahyunadi, Wakil Bupati Kutim saat membuka Turnamen Esport Bupati Cup Kutai Timur 2025 (Kutimzone.com).

Kutimzone.com, Sangatta – Suasana Gedung PKK Sangatta dipenuhi semangat kompetitif, Jumat (28/11/2025), saat Turnamen Esport Bupati Cup Kutai Timur 2025 resmi dibuka. Kegiatan ini mempertemukan 150 pemain dari berbagai kecamatan di Kutim untuk beradu keterampilan dalam dua gim favorit: E-Football Mobile dan E-Football Console, dengan total hadiah mencapai Rp22 juta.

Ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur bersama ESI Kutim. Tujuannya tak lain untuk memperkuat ekosistem digital lokal sekaligus membuka ruang pembinaan atlet esport sejak dini di daerah.

“Jumlah peserta memang dibatasi untuk menjaga kualitas kompetisi. Kategori Mobile hanya 64 slot, sedangkan Console hanya 32 pemain,” kata Anugerah Setiawan, Sekretaris Panitia, menjelaskan saat hari pertama pelaksanaan.

Menurutnya, penyisihan awal berlangsung pada hari pertama, sedangkan fase lanjutan dijadwalkan keesokan harinya. Turnamen ini hanya terbuka bagi warga Kutai Timur yang memiliki KTP lokal, dari kalangan pelajar hingga dewasa, dengan catatan tak pernah tampil di level nasional.

“Kami ingin persaingan berjalan adil agar potensi lokal bisa benar-benar terlihat dan berkembang,” tegasnya.

Untuk kategori E-Football Mobile, hadiah utama sebesar Rp5 juta disiapkan untuk juara pertama. Juara berikutnya mendapatkan masing-masing Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta. Sementara itu, sistem hadiah di kategori Console mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh ESI Kutim.

Lebih lanjut, Anugerah menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya sebagai hiburan semata.

“Ini kami niatkan sebagai langkah awal pembinaan atlet esport Kutai Timur menuju ajang lebih besar,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir membuka acara menyampaikan pandangan progresif soal esport.

“Kalau dulu dianggap sekadar hiburan, sekarang esport adalah industri. Pemerintah wajib membimbing, bukan meminggirkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya adalah pemain gim aktif.

“Saya main PUBG, akun saya Cheng Ho. Sudah ratusan juta keluar buat itu. Tapi tetap, kalau waktu salat tiba ya berhenti. Itu contoh pengawasan yang bijak,” katanya disambut tawa hadirin.

Mahyunadi menegaskan bahwa Kutai Timur tak boleh ketinggalan dalam tren digitalisasi. Esport disebutnya sebagai bagian dari industri 4.0 yang bisa membuka peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap ajang ini menjadi awal yang baik untuk melahirkan atlet daerah yang mampu bersaing di PON dan kejuaraan nasional lainnya.

Turnamen berlangsung selama dua hari dengan sistem gugur. Total 96 pertandingan dijadwalkan mempertemukan para peserta dari berbagai latar belakang. Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol simbolis oleh Mahyunadi, disambut tepuk tangan meriah dari para pemain dan penonton.

Dengan antusiasme yang tinggi dan dukungan nyata dari berbagai unsur pemerintah, Turnamen Esport Bupati Cup Kutim 2025 diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang mampu mencetak prestasi sekaligus mengangkat potensi digital pemuda Kutim ke panggung nasional. (ADV/RI).

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *