Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta secara resmi menggelar perkuliahan tatap muka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang S1 bagi para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin–Selasa (17–18/11/2025). Kegiatan luring ini menjadi simbol komitmen nyata dalam memastikan seluruh tenaga pendidik PAUD memiliki kualifikasi sarjana.
Sebanyak 48 mahasiswa RPL PG PAUD mengikuti kegiatan yang dipantau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono. Program ini merupakan kelanjutan dari kemitraan antara Kutim dan UPI sejak 2024, yang telah melibatkan 177 peserta di lima kampus UPI Bandung. Untuk tahun 2025, tercatat 152 peserta baru akan mengikuti proses pembelajaran dengan skema minimal 30 persen perkuliahan tatap muka.
“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan pembelajaran luring untuk mahasiswa RPL kita. RPL itu adalah rekognisi pembelajaran lampau bagi guru-guru yang sedang menempuh S1. Pak Bupati punya komitmen agar tidak ada lagi guru yang tidak sarjana,” ujar Mulyono di sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa perkuliahan luring di Sangatta ini merupakan bagian dari percepatan penyelesaian studi dalam kurun dua tahun, sesuai regulasi pembelajaran RPL. Pemerintah juga berupaya menyediakan akses pendidikan lanjutan yang terstruktur dan terjangkau bagi para guru.
Selain pelaksanaan perkuliahan, Mulyono mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UPI yang mencakup aspek lebih luas, seperti penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan program-program kolaboratif lainnya.
“Selain program pendidikan, ada peluang kerja sama lain seperti penelitian dan pengembangan SDM. Ini akan kita bahas agar manfaatnya lebih luas untuk Kutim,” tambahnya.
Prosesi wisuda nantinya direncanakan digelar di kampus induk UPI agar para peserta RPL juga merasakan atmosfer akademik secara langsung.
Ketua Program Studi PG PAUD UPI Purwakarta, Dr. Asep Kurnia Jayadrata, M.Pd., memberikan apresiasi atas semangat para guru yang mengikuti perkuliahan meski sebagian besar telah berusia dewasa.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UPI. Kami juga mengapresiasi semangat para mahasiswa, meskipun usianya tidak muda lagi, namun mereka menunjukkan tekad yang luar biasa,” ujarnya.
Dengan terlaksananya perkuliahan tatap muka ini, pemerintah daerah dan UPI berharap penyelesaian studi para guru PAUD dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga cita-cita besar peningkatan mutu pendidikan dasar di Kutai Timur dapat terwujud secara berkelanjutan. (ADV).





