banner 728x90

Hari Guru Nasional di Kutim: Gema Ketulusan Pendidik Tak Pernah Padam

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – “Gema ketulusan para pendidik yang tak pernah padam.” Kalimat yang disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman ini menggema di tengah upacara Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang digelar Selasa (25/11/2025) di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur. Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momen reflektif atas peran vital guru dalam membangun masa depan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyoroti komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Salah satu program utama adalah pemberian beasiswa Rp3 juta per semester bagi guru yang belum menempuh jenjang D4 atau S1, serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru di tahun ini.

“Bangsa Indonesia tetap bersatu dan kuat, dan kita bersyukur atas rahmat Allah SWT yang memungkinkan pendidikan terus berjalan dengan baik,” kutip Bupati saat membacakan amanat menteri.

Berbagai pelatihan juga disiapkan pemerintah untuk mendukung profesionalisme guru, mulai dari pendidikan profesi, pelatihan bimbingan konseling, pembelajaran mendalam, hingga pelatihan coding dan kecerdasan artifisial. Tak hanya itu, tunjangan sertifikasi Rp2 juta bagi guru non-ASN dan insentif Rp300 ribu untuk guru honorer juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan.

Kebijakan ini akan ditingkatkan pada 2026. Pemerintah menjanjikan beasiswa untuk 150 ribu guru serta kenaikan insentif honorer menjadi Rp400 ribu. Sementara itu, ketentuan jam mengajar 24 jam tidak lagi diwajibkan, agar guru bisa lebih fokus pada esensi mendidik dan membimbing.

Tantangan guru di era digital pun disoroti. Dari tekanan sosial hingga masalah siswa seperti kecanduan gawai dan problem keluarga, semua menambah beban guru. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan pentingnya perlindungan hukum melalui nota kesepahaman antara Menteri Pendidikan dan Kapolri tentang penyelesaian damai atau restorative justice bagi guru yang menghadapi persoalan di sekolah.

Sambutan juga menyerukan peran aktif masyarakat dalam menghargai guru, membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan sekolah, serta menghentikan penilaian sepihak hanya berdasarkan angka akademik. Guru disebut sebagai penguat karakter dan kecerdasan, sedangkan orang tua adalah fondasi utama pendidikan.

Bagi murid, disampaikan lima pesan Presiden Prabowo sebagai nasihat hidup: belajar sungguh-sungguh, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air.

Dengan pesan moral, kebijakan konkret, dan semangat kebersamaan, peringatan HGN ke-80 di Kutai Timur menjadi pengingat kuat bahwa guru adalah poros kemajuan pendidikan nasional yang harus terus diperjuangkan. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *