banner 728x90

Sangatta Open Handicap 2025, Dispora Kutim Dukung Pembinaan Atlet Muda Biliar

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan

Sangatta –  Gelaran Sangatta Open Handicap digelar di arena baru Fourty Five Biliar, Sangatta Utara. Turnamen yang berlangsung dari 10 hingga 16 November 2025 itu menjadi sorotan karena bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga simbol awal pembinaan usia dini cabang olahraga biliar di Kutai Timur.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutim. Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, menekankan pentingnya fasilitas representatif sebagai fondasi pembinaan mental dan prestasi atlet muda. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terbuka bagi kontribusi swasta dalam memajukan dunia olahraga lokal.

“Tempatnya bagus. Harapan kita anak-anak juga bisa bagus. Kalau mereka terbiasa bertanding di tempat yang representatif, mental bertanding mereka akan terbentuk,” ujar Basuki Isnawan, Minggu (16/11/2025).

Menurutnya, selain berdampak pada prestasi, kehadiran venue semacam ini turut menggairahkan sektor ekonomi. “Ini memacu pergerakan perekonomian. Tempat seperti ini memberi peluang usaha dan geliat aktivitas baru,” tambahnya.

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menilai turnamen ini sebagai momen penting menjelang Pra Porprov. Ia menargetkan agar sebanyak mungkin atlet biliar Kutim bisa lolos seleksi dan menegaskan bahwa biliar merupakan salah satu cabang unggulan daerah tersebut. Pada Porprov sebelumnya, Kutim berhasil meraih 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu dari cabang biliar.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Target kami meloloskan sebanyak mungkin atlet,” tegas Rudi.

Sementara itu, Ketua POBSI Kutim, Narto Bulang, menyampaikan urgensi pembinaan usia dini, menyusul adanya batas usia maksimal 30 tahun pada ajang Pra Porprov. Ia berharap Fourty Five Biliar menjadi inkubator atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Ini PR besar pembinaan usia dini. Saya yakin tempat ini akan lahirkan atlet muda yang membanggakan Kutai Timur,” ujarnya.

Pelatih biliar lokal, Bambang, menjelaskan bahwa sistem pertandingan menerapkan format gugur dari babak 64 besar hingga final, dengan total hadiah mencapai Rp245 juta. Menurutnya, hadiah besar akan menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk lebih serius menekuni olahraga biliar.

“Harapannya muncul bibit-bibit baru untuk Kutim dan Kaltim,” tutur Bambang dengan penuh harap.

Dengan sinergi antar pemangku kepentingan serta dukungan fasilitas memadai, Sangatta Open Handicap bukan hanya tentang siapa yang menang, melainkan tentang siapa yang lahir sebagai harapan baru olahraga biliar Kutai Timur. (ADV).

Respon (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *