Kutimzone.com, Sangatta – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus memperkuat agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemuda dengan menata ekosistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Upaya ini menjadi komitmen Dispora untuk memastikan generasi muda Kutim tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki kompetensi, kemandirian ekonomi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan bahwa pihaknya menempatkan pengembangan kapasitas pemuda sebagai salah satu program utama.
Melalui berbagai pelatihan praktis dan program pemberdayaan, Dispora ingin membuka ruang yang lebih besar bagi pemuda untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan kebutuhan zaman.
“Dispora ingin memastikan setiap pemuda Kutim memiliki akses terhadap pembinaan yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan tahunan. Fokus kami adalah peningkatan kapasitas, kemandirian, dan peran aktif mereka dalam pembangunan,” jelas Basuki.
Dispora tengah mempersiapkan sejumlah program strategis yang diarahkan untuk membentuk karakter pemuda produktif serta mandiri secara ekonomi.
Program wirausaha muda, petani milenial, hingga pengembangan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
“Mulai dari pelatihan usaha, peningkatan kemampuan organisasi, hingga pengembangan minat bakat, semuanya kami desain untuk mendukung kualitas SDM pemuda,” tambahnya.
Dispora Kutim juga membina 72 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang aktif di berbagai kecamatan.
Melalui pembinaan terpadu, Dispora ingin memastikan setiap OKP dapat hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Kami ingin OKP bergerak selaras dengan program pemerintah. Sinergi menjadi kunci agar pembinaan pemuda berjalan lebih efektif,” tegas Basuki.
Ketua DPD KNPI Kutim, Avivurahman Al-Ghazali, turut memberikan dukungan terhadap strategi pembinaan pemuda yang dilakukan Dispora.
Menurutnya, penguatan kolaborasi antara OKP, KNPI, dan pemerintah akan melahirkan lebih banyak pemuda yang siap mengawal pembangunan.
“Kolaborasi sangat penting. Kami mengajak pemuda Kutim untuk aktif dalam proses pembangunan, karena peran mereka akan menentukan masa depan daerah,” ujar dia. (Adv/Rls)





