Kutimzone.com, Sangatta – Pagi cerah di kawasan Polder Ilham Maulana menjelma menjadi momen penuh kepedulian saat perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 pada Rabu (26/11/2025). Di antara berbagai layanan kesehatan gratis yang disediakan, stan donor darah milik Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) bersama Unit Donor Darah PMI Kutim menjadi salah satu titik yang paling ramai disambangi warga. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari antrean yang terus mengalir sejak stan dibuka.
Stan donor darah tersebut dibuka untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berpartisipasi menyumbangkan darah sebagai bentuk aksi kemanusiaan. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan tenaga medis dan relawan PMI yang memastikan standar keamanan, kebersihan, serta pemantauan kondisi kesehatan pendonor berlangsung optimal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas darah yang diterima sekaligus memastikan kenyamanan bagi pendonor.
“Kegiatan donor darah di HKN memang selalu ramai. Kesadaran warga Kutim terhadap pentingnya stok darah cukup tinggi,” ujar salah satu relawan PMI di lokasi kegiatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini. Ia menilai donor darah bukan hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor, termasuk membantu menjaga sirkulasi darah dan mengurangi risiko penyakit tertentu. Kehadiran warga dari beragam usia menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap ketersediaan darah di daerah tersebut.
Selain manfaat kesehatan, kegiatan donor darah dalam rangkaian HKN ini mencerminkan kuatnya kerja sama antara pemerintah daerah dan PMI Kutim. Kolaborasi tersebut menjadi penopang penting dalam penyediaan stok darah yang stabil untuk menghadapi keadaan darurat maupun kebutuhan transfusi yang muncul secara tiba-tiba di fasilitas kesehatan. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, rumah sakit di Kutai Timur dapat lebih siap dan sigap memenuhi kebutuhan pasien.
Di sela kegiatan, beberapa warga mengaku menjadikan donor darah sebagai rutinitas tahunan dalam perayaan HKN. Mereka merasa bahwa menyumbangkan darah merupakan cara paling sederhana namun berarti untuk membantu sesama. Ada pula warga muda yang baru pertama kali mencoba donor darah dan merasa terinspirasi untuk melakukannya secara berkala.
Melalui momentum ini, Sumarno berharap gerakan donor darah semakin meluas dan dapat menjangkau generasi muda hingga masyarakat pelosok. Ia menilai edukasi dan sosialisasi yang terus digelar dapat menumbuhkan rasa solidaritas serta memastikan ketersediaan darah terjaga di seluruh wilayah Kutai Timur.
“Setetes darah bisa selamatkan nyawa. Ini bentuk solidaritas paling sederhana tapi sangat berarti,” pungkas Sumarno.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kegiatan donor darah pada HKN tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan kebersamaan yang menguatkan layanan kesehatan di Kutai Timur. (ADV/RI).





