banner 728x90

Maksimalkan Pariwisata, Wakil Ketua DPRD Kutai Timur Minta Dinas Lebih Kreatif

Wakil Ketua DPRD Kutai Timur, Arfan.

KUTIM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Arfan menilai sektor Pariwisata di Kutim masih dapat dimaksimalkan. Menurutnya, sangat disayangkan destinasi wisata di Kutim bila tidak dieksplor secara maksimal.

Hal itu dia ungkapkan saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu. Dia mengatakan salah satu permasalahan yang ditemui di sektor pariwisata adalah fasilitasnya.

“Kutai Timur memiliki destinasi wisata yang luar biasa. Namun, kita terkendala di fasilitas dan infrastruktur. Jika ini dapat dimaksimalkan, tentu akan mendatangkan PAD yang tak sedikit bagi Kutai Timur,” ungkap Arfan.

Arfan mengaku DPRD Kutim membantu Pemerintah agar sektor pariwisata di Kutim dapat dilirik wisatawan dalam dan luar negeri.

“Utamanya mengenai fasilitasnya. Tentu kami terus mendorong Pemerintah agar membenahi fasilitas destinasi wisata. Jika fasilitasnya sudah baik, wisatawan akan datang sendiri ke Kutim,” jelasnya.

Tak hanya itu, politisi Nasdem itu menganggap Dinas Pariwisata Kutai Timur harus memiliki inovasi untuk menarik para wisatawan. Sebab, jika tidak, sektor pariwisata di Kutim akan ketinggalan dengan daerah lain yang lebih kreatif.

“Sasaran utama Sektor pariwisata adalah PAD. Disinilah kreativitas Dinas Pariwisata diuji. Mereka harus inovatif, menarik wisatawan dari luar berkunjung. Sebab, jika tidak kita kalah dari daerah lain yang lebih kreatif,” ungkapnya.

“Pelatihan kepada pelaku pariwisata ini memang baik, tapi yang terpenting dibutuhkan wisatawan adalah fasilitasnya. Jika ini dapat diperbaiki, tentu wisatawan akan datang dengan sendirinya,” sambungnya.

Wakil rakyat itu juga menilai, sudah saatnya sektor pariwisata dikerjakan dengan serius. Sebab, pariwisata berpeluang untuk mendatangkan PAD yang tinggi di luar tambang dan sawit.

“Kami kira sektor pariwisata harus dimaksimalkan. Sebab, sektor inilah kita dapat meningkatkan PAD di luar tambang dan sawit,” ujarnya.

Selain itu, menurut Arfan kehadiran Infrastruktur penghubung antara daerah luar dengan Kutim juga dianggap penting. Seperti bandara dan pelabuhan.

Dia berharap, kedepan Kutai Timur memiliki bandara dan pelabuhan. Dua infrastruktur ini dinilai dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Kutim.

“Jika ada bandara dan pelabuhan, wisatawan dari luar bisa langsung datang ke Kutim. Ini tentu sangat menguntungkan kita di sektor pariwisata,” tandasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *