banner 728x90

Legislator PKS Kaltim Apresiasi Beasiswa Kutim Tuntas

Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur
Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur

Samarinda – Sorotan positif terhadap keberlanjutan program Beasiswa Kutai Timur Tuntas kembali ditegaskan oleh Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur. Ia menilai program bantuan pendidikan dari Pemkab Kutai Timur telah dirancang secara matang agar tidak bertabrakan dengan program GratisPol milik Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat (20/6/2025) di Gedung DPRD Kaltim, Agusriansyah menyebut bahwa beasiswa tersebut bukan program baru, melainkan sudah berjalan sejak periode sebelumnya. Ia meyakinkan publik bahwa aturan teknis beasiswa telah dibuat agar tidak terjadi duplikasi bantuan.

“Ini kan program sudah lama ya. Kutim Tuntas itu sejak periode sebelumnya,” jelas legislator dari Dapil Kutim, Berau, dan Bontang.

“Tidak ada benturan, karena kan sudah diatur. Pemberi beasiswa pun sudah saling mengetahui, jadi bisa sama-sama jalan,” tambahnya.

Sebagai Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Agusriansyah juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi agar pelaksanaan program pendidikan tetap sinergis dan tidak menciptakan ketimpangan distribusi.

“Saya kira perlu ada koordinasi antara pemerintah kabupaten Kutim dan Pemprov Kaltim,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa investasi pada pendidikan merupakan kunci dalam membangun masa depan Kutim. Ia berharap pengawasan terhadap program beasiswa terus ditingkatkan demi menjaga transparansi dan keadilan.

“Kalau kita bicara Kutim Hebat 2045, salah satu kunci utamanya ada di sektor pendidikan. Saya berharap program ini terus dikawal, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan dan seleksinya agar adil dan transparan,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kutai Timur Tuntas sejak 18 Juni hingga 31 Juli 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.kutaitimurkab.go.id.

Menurut Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutai Timur, Nurkholis, program ini ditujukan untuk mahasiswa asal Kutim yang telah berdomisili minimal enam bulan.

“Beasiswa ini merupakan bentuk komitmen Pemkab dalam menciptakan generasi masa depan Kutim yang berdaya saing, unggul, dan berkompeten,” terang Nurkholis dari Sangatta, Rabu (19/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa beasiswa ini terbagi dalam tiga kategori: Beasiswa Tuntas, Stimulan, dan Kerjasama, dengan total anggaran tahun 2025 sebesar Rp23 miliar dari APBD.

“Tidak ada kuota khusus, penyalurannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tambahnya.

Program ini telah berjalan sejak 2022 dan telah memberi manfaat kepada ribuan mahasiswa. Nurkholis juga menyinggung adanya perubahan regulasi setelah program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) dari Pemprov dihentikan, yang memungkinkan mahasiswa Kutim tetap bisa mendaftar.

“Dulu, kalau sudah dapat BKT, mahasiswa asal Kutim tidak bisa mendaftar (beasiswa Kutim). Tapi sekarang regulasinya berbeda. Seluruh mahasiswa asal Kutim berhak mendaftar,” tegasnya.

Sinergi antara kebijakan pendidikan daerah dan provinsi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan mendukung tercapainya SDM unggul yang menjadi fondasi visi pembangunan jangka panjang Kutim. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *