KUTIM – 55 wanita asal Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengikuti pelatihan Fruit Carving atau seni ukir buah. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Victoria Jumat (25/5/2024).
Pelatihan itu berlangsung selama dua hari. Dalam kegiatan itu hadir pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Arfan.
Politisi Nasdem itu mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim yang melaksanakan kegiatan itu. Bagi Arfan, kegiatan itu penting diikuti kaum hawa untuk meningkatkan kualitas serta skill mereka.
Pada kesempatan itu pula, Arfan membakar semangat peserta untuk serius mengikuti pelatihan. Selain itu, dia juga mendorong para ibu untuk berani mencari aktivitas di luar rumah.
Arfan menjelaskan, mengukir buah merupakan skill mahal dan dapat meningkatkan UMKM. Untuk itu, dia meminta para peserta yang semuanya merupakan perempuan agar serius mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya harap ibu-ibu bukan hanya di sumur, dapur, dan kasur saja. Tujuan saya membawa ibu-ibu ini agar bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa diterapkan di rumah, bukan hanya untuk kebutuhan rumah saja namun bisa juga menjadi skill untuk UMKM,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu juga, Arfan tampak semangat dengan kehadiran peserta. Ia menyeru peserta usai kegiatan ini agar meminta lagi ke Dispar untuk ke depannya menambah program bagi mereka.
“Nahh ibu-ibu semua, selain kita silaturahmi, membangun komunikasi, nanti minta lagi sama Dispar untuk membuat program lagi. Mungkin lomba masak, lomba makan, atau lomba lari gendong bapak (suami),” ucap Arfan memecah suasana forum dengan penuh tawa.
Diketahui pelatihan ini merupakan gelaran lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang menghadirkan 60 orang peserta. Dengan adanya antusias tersebut, Arfan kembali mengajak puluhan ibu rumah tangga untuk mengasah dan mengembangkan keterampilannya.
“Ini merupakan program lanjutan saya di mana kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi saya terhadap ibu-ibu dan saya berharap semoga kegiatan ini bisa diterapkan di rumah paling tidak untuk suami dan bisa juga untuk bidang UMKM,” tuturnya.
Meski begitu, Arfan berharap para peserta mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki dan juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. (adv)




