KUTIM – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman menilai budidaya Maggot berpotensi dikembangkan di Kutim.
Untuk itu, dirinya mendorong inovasi yang diusulkan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) agar segera terealisasi. Politisi PDI Perjuangan itu meminta program tersebut segera dikomunikasikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim.
Dia menilai budidaya Maggot sangat membantu peningkatan pakan alternatif bagi peternakan maupun perikanan di Kutim. Selain itu, Maggot merupakan pakan yang penuh nutrisi bagi ternak.
“Kalau itu memang bisa kita perbesar, kita akan terlepas dari ketergantungan pada pakan jagung yang selama ini kita gunakan,” ungkap Faizal saat ditemui, Rabu (12/5/2024).
“Artinya memang terobosan-terobosan itu harus dilakukan karena kita mau ada alternatif sehingga biaya pakannya menjadi lebih murah ketimbang jagung,” sambungnya.
Hanya saja, budidaya Maggot tak lepas dari kendala. Salah satu kendala terbesar yang dialami DTPHP Kutim adalah pakan maggot, yakni solid sawit.
Meskipun Kutai Timur memiliki banyak kebun sawit, namun untuk mendapatkan solid sawit cukup sulit. Hal itu dikarenakan pembudidaya harus memiliki akses ke perusahaan sawit untuk mendapatkannya.
Faizal Rachman lalu menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk melakukan koordinasi dengan perusahaan. Dengan begitu inovasi tersebut dapat berjalan baik.
“Kalau ini memang mau dijadikan sebagai gerakan yang massif, apasih susahnya Bupati mengundang semua pimpinan perusahaan kemudian menghadirkan dinas terkait untuk bersama-sama membangun pakan ternak alternatif untuk Kutim,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
“Terlebih jika sudah ada lembaga penelitian yang meriset itu, nah bisa sekalian dipresentasikan terkait potensinya bagaimana dan pengembangannya seperti apa, pasti bisalah,” tambahnya.
Terakhir, Faizal menegaskan pihaknya akan terus mendukung program yang berguna untuk Kutim yang lebih baik. (adv)




