banner 728x90

ToT Metode An Nahdliyah untuk Guru TK/TPQ se-Kutai Timur, Mantapkan Peningkatan Kompetensi

Pelatihan Training of Trainer (ToT) Metode An Nahdliyah yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 November 2024 bertempat di Ballroom Hotel Bumi Senyiur ini, khusus diadakan bagi para guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) se-Kutai Timur. (Istimewa)

Kutimzone.com, Samarinda – Dalam langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah, dengan penuh semangat menggelar Training of Trainer (ToT) Metode An Nahdliyah.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 November 2024 bertempat di Ballroom Hotel Bumi Senyiur ini, khusus diadakan bagi para guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) se-Kutai Timur.

Kegiatan yang sangat dinantikan ini diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari 18 kecamatan di Kutai Timur.

Para guru yang terlibat dalam pelatihan ini akan dibekali pemahaman mendalam mengenai Metode An Nahdliyah yang dikenal sebagai Metode Cepat Tanggap Belajar Al-Qur’an.

Dalam tiga hari pelatihan yang padat ini, peserta akan mendapatkan materi dari tiga narasumber terkemuka dari Tulungagung serta dua narasumber lokal yang berpengalaman dalam pengajaran Al-Qur’an.

Pelatihan ini tidak hanya sekedar menyampaikan teori. Para peserta akan diajarkan dasar-dasar metode, strategi kreatif, serta aplikasi praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajarkan Al-Qur’an secara efektif dan adaptif.

Melalui pendekatan yang interaktif dan inovatif, diharapkan para guru dapat meraih pemahaman yang mendalam dan dapat menerapkannya di kelas masing-masing.

Dalam sambutan pembukaannya, Penjabat Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma, menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai landasan moral dan spiritual bagi generasi muda.

“Al-Qur’an adalah penerang dalam kehidupan. Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius dan dapat menerapkan ilmu yang didapat di lokasi mereka mengajar,” ungkap Agus dengan penuh harapan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Metode An Nahdliyah yang dinilai sangat praktis dan mudah diaplikasikan.

Lebih jauh, Agus menyampaikan rencana ambisius pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas publik di Kutai Timur. Ia berkomitmen untuk mendirikan Rest Area dan Musholla yang nyaman, dilengkapi dengan Al-Qur’an, sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat menjalankan ibadah.

“Saya ingin Kutai Timur menjadi daerah yang mendukung dan menghargai kegiatan spiritual masyarakat,” tambahnya, berharap kegiatan ToT ini berkontribusi besar terhadap peningkatan pendidikan Al-Qur’an di daerah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Syahman, menegaskan bahwa ToT ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk mendukung pendidikan Al-Qur’an.

“Metode An Nahdliyah adalah metode yang efektif, sistematis, dan adaptif yang akan sangat memudahkan para guru dalam mengajarkan baca tulis Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kesejahteraan para guru TK/TPQ dengan menaikkan honor mereka menjadi Rp 1.500.000 pada akhir tahun 2024, sebagai langkah untuk memberikan motivasi tambahan kepada para pendidik.

Hayati, Kasubag Kesejahteraan Masyarakat juga menambahkan program ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat para guru dalam mendidik generasi muda Kutai Timur agar lebih mahir dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Dengan penyebaran Metode An Nahdliyah ini, harapan kami adalah agar anak-anak di Kutai Timur dapat tumbuh dengan dasar keimanan yang kokoh,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan ToT ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur, sebagai langkah kolaboratif dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia.

Dengan pelatihan yang komprehensif ini, diharapkan para guru dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat dan menyebarkannya di sekolah-sekolah serta tempat mengaji di seluruh Kutai Timur, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang baik dan berkualitas.

Dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, kehadiran literasi Al-Qur’an yang kuat di tengah masyarakat Kutai Timur menjadi sangat penting. Di mana setiap individu dapat menjadi agen perubahan, sekaligus memperkokoh pondasi spiritual dan moral berbasis ajaran Al-Qur’an.

Dengan demikian, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *