banner 728x90
Berita  

Syababul Khair Tampil Menggugah, Sabet Juara I Habsyi Senior

Penampilan Syababul Khair Juara I Habsyi kategori senior
Penampilan Syababul Khair Juara I Habsyi kategori senior

Kutimzone.com, Sangatta – Iringan rebana dan suara sholawat menggema syahdu di Masjid Agung Al-Faruq, Rabu (19/11/2025), saat grup Syababul Khair memukau penonton dalam lomba Habsyi kategori senior yang menjadi bagian dari Pameran Sejarah Islam. Penampilan mereka berhasil mengantarkan gelar Juara I dengan nilai nyaris sempurna: 99,5 poin.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur melalui Bidang Kebudayaan ini menggabungkan seni suara dengan pesan dakwah dalam kemasan yang menarik bagi generasi muda. Lomba Habsyi terbuka untuk dua tingkat, yaitu junior dan senior, dengan peserta berasal dari lembaga pendidikan Islam se-Kutim.

Syababul Khair tampil dengan kekompakan luar biasa, harmonisasi vokal yang padu, serta penghayatan mendalam terhadap lirik-lirik pujian kepada Rasulullah SAW. Sementara posisi Juara II diraih oleh Raudhatul Anshor dengan nilai 96,5 dan Syfaul Qolbi menyusul di Juara III dengan nilai 94.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menyampaikan bahwa lomba ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan seni islami sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.

“Kami ingin anak-anak bisa menyampaikan nilai-nilai Islam tidak hanya lewat ceramah, tapi juga melalui media seni suara yang indah seperti habsyi ini,” ujar Padliyansyah.

Ia juga menekankan bahwa pameran tahun ini dirancang tidak sekadar menyentuh aspek pengetahuan sejarah, tetapi juga pengalaman emosional dan estetika siswa.

Pada kategori junior, grup MT. Raudhatul Anshor Junior tampil gemilang sebagai Juara I. Disusul oleh MTS PIQ Sangatta dengan nilai 96,5 sebagai Juara II dan MIN 1 Kutim di posisi Juara III dengan nilai 95.

Penampilan dari kedua kategori menunjukkan bahwa seni hadrah tetap relevan dan dicintai, khususnya oleh pelajar di Kutai Timur. Dewan juri menilai berdasarkan empat aspek utama: kekompakan, intonasi vokal, harmonisasi, dan penghayatan isi syair.

Lomba Habsyi ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti dalam rangkaian Pameran Sejarah Islam, karena berhasil menyentuh sisi spiritual dan budaya secara bersamaan. Disdikbud Kutim pun berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan berbasis budaya dan religius ini di tahun-tahun mendatang. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *