banner 728x90

Semarak Pentas Seni dan Budaya Nusantara Dorong Ekonomi Kreatif Kutim

Pentas Seni, Kebudayaan dan Kuliner di Kutim. (Istmewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Dalam suasana meriah dan penuh warna, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya dengan menggelar Pentas Seni, Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara.

Acara yang berlangsung dari 2 hingga 11 November 2024 ini, mengambil lokasi di Polder Ilham Maulana, Sangatta, dan berhasil menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.

Pembukaan acara dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, anggota paguyuban, hingga pejabat pemerintah daerah.

Fadliansyah, selaku Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, dalam sambutannya menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal.

“Disdikbud memiliki tugas untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan yang kita miliki. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan seperti pentas seni ini,” ujarnya dengan semangat.

Tujuan utama acara ini jelas, yaitu tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kutim.

“Kegiatan ini akan memberi ruang kepada masyarakat untuk lebih mencintai dan bangga terhadap budaya mereka sendiri,” ujar Fadliansyah.

Menurut data yang dihimpun panitia, pentas seni ini melibatkan sekitar 30 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang memamerkan produk kuliner khas daerah, serta kerajinan tangan yang menggambarkan kearifan lokal.

Selain itu, sebanyak 29 paguyuban menampilkan kesenian dan budaya dari berbagai daerah di nusantara, sementara hiburan musik disuguhkan oleh 4 band lokal dan 5 artis nasional yang siap menghibur warga setiap harinya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Poniso, yang mewakili Pjs Bupati Kutai Timur saat membuka acara memberikan apresiasi mendalam terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

“Pemerintah Kutim sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan malam ini karena ini adalah acara yang sangat menarik untuk melestarikan budaya Nusantara,” ungkapnya.

Poniso juga menggarisbawahi tingginya antusiasme warga Sangatta yang tetap menjaga dan mencintai kebudayaan, meskipun di tengah derasnya gelombang modernisasi.

“Acara seperti ini harus dijadikan tradisi tahunan, sebagai hiburan sekaligus kebanggaan bagi warga Kutai Timur,” harap Poniso.

Ia tak lupa menyatakan bahwa Kutai Timur bagaikan miniatur Indonesia, di mana keberagaman suku dan budaya menjadi kekuatan untuk mendukung satu sama lain.

Dalam rangka memajukan seni dan budaya daerah, Poniso mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan keragaman sebagai media kolaborasi yang positif.

“Mari kita jadikan perbedaan ini sebagai sarana untuk berkolaborasi, sehingga bersama-sama kita dapat memajukan Kutai Timur,” tutupnya penuh harap.

Dengan agenda beragam yang memikat dan atmosfer kebudayaan yang kental, Pentas Seni dan Budaya Nusantara ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kutai Timur. Harapan panitia, acara ini menjadi momentum yang signifikan bagi UMKM dan pelaku seni setempat.

Penutupan acara nanti diharapkan membawa dampak yang positif, memberi inspirasi, dan menggugah semangat masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Dengan ribuan pengunjung yang berpartisipasi, semoga Pentas Seni ini menjadi sebuah catatan sejarah yang memperkuat rasa cinta pada budaya dan mendorong sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *