Kutimzone.com, Sangatta – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat koordinasi (rakor), di Royal Victoria Hotel, Sangatta Utara, belum lama ini. Rakor Forkopimda yang difasilitasi Pemkab Kutim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) ini dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Rakor itu membahas dua isu penting, yakni persoalan karyawan PT Thiess Contractor Indonesia Site Sangatta. Tak kalah pentig, juga dibahas kesempatan kerja dan berusaha masyarakat di sekitar pabrik semen PT Kobexindo Cement di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang.
Saat ditemui awak media usai Rakor, Ardiansyah memberikan penjelasan tentang dua hal yang dimaksud, yakni masa depan karyawan PT Thiess yang tidak mendapatkan perpanjangan kontrak oleh PT KPC, kedua terkait kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat di PT Kobexindo Cement.
“Ada informasi yang masuk ke kami (Pemkab Kutim) terkait status karyawan PT Thiess. Masalahnya PT Thiess tidak lagi terikat kontrak dengan PT KPC sehingga ada isu pengurangan tenaga kerja. Sudah ada opsi yang ditawarkan oleh PT Thiess untuk mutasi ke site lain di mana PT Thiess beroperasi. Sekarang bagaimana sikap karyawannya, apa menerima? Kemudian ada juga opsi lain yakni karyawan yang menginginkan pindah ke perusahaan lain di sekitar Sangatta. Mekanismenya seperti apa, belum diketahui secara pasti. Nanti akan dibicarakan lagi,” jelas Ardiansyah.
Kemudian persoalan kesempatan kerja dan berusaha bagi warga yang berada di sekitar kawasan PT Kobexindo Cement di Kaliorang. Masyarakat ingin dipekerjakan sebagai “driver hauling”, karena pekerjaan ini tidak membutuhkan keahlian khusus.
Berikutnya juga keluhan warga agar PT Kobexindo tidak menggunakan jalan umum untuk hauling material. Harapannya PT Kobexindo membangun jalur tersendiri.
Selain itu permintaan perusahaan -perusahaan setempat diakomodir atau diberdayakan. Sehingga tidak ada gejolak yang akan menghambat investasi di Kutim.
“Terima kasih kepada Kapolres Kutim yang sudah memfasilitasi hal tersebut. Kita semua berharap ada multiflier efect atas kehadiran perusahaan yang ada di Kutim. Manfaatnya dirasakan terutama warga sekitar,” harap Ardiansyah.
Kepada Badan Kesbangpol, Ardiansyah memerintahkan untuk memonitor dua hal tersebut. Yakni kemungkinan PHK yang terjadi di PT Thiess, jumlah pekerja asing, kesempatan kerja dan berusaha yang ada di PT Kobexindo Cement.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kutim M Basuni dalam laporannya menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk memastikan dukungan seluruh pihak dalam menjaga Kutim tetap dalam situasi kondusif jelang pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024.
“Kita terus waspada dan mengantisipasi setiap perkembangan di masyarakat, sekecil apa pun. Agar wilayah Kutim tetap aman, kondusif sehingga pemilu serentak nanti berjalan lancar,” pinta Basuni.


