Kutimzone.com, Sangatta – Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Rizali Hadi mewakili Bupati Kutim resmi menutup Bazar Ramadan dan Pasar Murah yang berlangsung selama lima hari mulai Selasa (26/3/2024) sampai dengan Sabtu (30/3/2024) malam di Lapangan Helipad, Kantor Bupati Kutim.
Tampak hadir Dandim 0909/Kutim Letkol Inf Ginanjar, Wakil Ketua II DPRD Arfan, Wahyutomo, Kadishub Joko Suripto, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Rudi Iskandar, Kadis LH Kutim Armin Nazar, Plt Kadis kominfo Sulisman dan undangan lainnya.
Seskab Kutim Rizali Hadi mengatakan terselenggaranya Bazar Ramadan dan Pasar Murah ini, tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan warga Sangatta Utara di Bulan Ramadan berupa jajanan atau aneka takjil menu buka puasa yang merupakan tradisi turun-temurun.
Terlebih bazar ini merupakan bentuk fasilitasi pemerintah bagi pelaku UMKM agar dapat meningkatkan produktivitasnya dengan memperkenalkan produk-produk olahan mereka yang telah melalui kurasi. Dengan melalui proses kurasi (proses perizinan) ini maka produk olahan tersebut layak dikonsumsi dan diekspor.
“Pasar Murah juga merupakan salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten melalui Tim Penanggulangan Inflasi Daerah dalam menekan laju pertumbuhan inflasi terutama disaat bulan puasa harga kebutuhan pokok cenderung melonjak,” ujar Rizali.
Adapun penyediaan kebutuhan bahan pokok dalam pasar murah tersebut berupa beras, minyak goreng, tepung dan telur dengan harga penjualan dipatok harga distributor.
Terakhir, ia mengatakan dengan cara inilah maka program pemberdayaan UMKM dan minat berwirausaha dari masyarakat akan semakin meningkat.
Sehingga manfaat dan dampak yang didapatnya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di sektor riel, yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat taraf hidup masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Diskop UMKM Teguh Budi Santoso melaporkan suksesnya kegiatan ini berkat kolaborasi Diskop UMKM dengan Tim Penanggulangan Inflasi Daerah Pemkab Kutim.
Bertujuan memfasilitasi UMKM dari hasil olahannya dari olahan makanan maupun hasil kerajinan tangan. Serta mengadakan pasar murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi pada saat Bulan Ramadan ini.
“Bazar Ramadan dan Pasar Murah ini diikuti Tim Penggerak PKK, Darma Wanita, Dekranasda, TPID, Lanal Sangatta serta 30 UMKM binaan Diskop UMKM. Selama lima hari berlangsungnya Bazar Ramadan tercatat transaksi sebesar Rp 130 juta,” singkatnya. (Rls)


