Kutimzone.com, Sangatta – Di tengah tantangan inflasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) memperluas cakupan pasar murah hingga ke pelosok wilayah. Kebijakan ini diambil demi menjaga kestabilan harga bahan pokok serta mengurangi beban rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menyatakan bahwa pasar murah tidak hanya berperan sebagai bentuk intervensi harga, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan, distribusi tidak terbatas pada wilayah perkotaan, namun menyasar kecamatan hingga daerah pedalaman.
“Kita ingin masyarakat terbantu. Pasar murah ini bukan hanya intervensi harga, tapi kepedulian pemerintah pada kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Nora Ramadani, saat diwawancarai di Hotel Royal Victoria Sangatta Utara, Rabu (26/11/2025) kemaren.
Nora menambahkan bahwa setiap pelaksanaan pasar murah dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan pemantauan harga harian.
“Kami menyusun rencana distribusi dengan pendekatan data, jadi kita tahu kecamatan mana yang paling terdampak dan komoditas apa saja yang paling dibutuhkan. Ini bukan sekadar program rutin, tetapi langkah strategis,” jelasnya.
Program pasar murah sebelumnya sudah digelar pada momentum hari besar keagamaan, dan terbukti efektif membantu masyarakat. Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, daging kerbau beku, dan LPG 3 kg dijual dengan harga lebih murah dibanding pasar umum.
Dengan pendekatan berbasis data harian dan pemetaan kebutuhan per kecamatan, Disperindag Kutim melakukan monitoring harga secara ketat. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi fluktuasi harga jelang momen penting dan memastikan intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Disperindag juga memastikan dukungan logistik dan anggaran agar stok tersedia secara merata. Distribusi pasar murah menyasar seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok ekonomi lemah yang terdampak kenaikan harga pangan.
Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Mereka merasa terbantu dengan ketersediaan bahan pokok yang lebih terjangkau, terlebih menjelang hari besar ketika permintaan biasanya meningkat.
Dengan target keberlanjutan hingga akhir 2025, program pasar murah diharapkan menjadi penyangga utama kestabilan harga dan bukti konkret keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. (ADV/RI).






Respon (2)