Kutimzone.com, Balikpapan – Di tengah hingar-bingar pembangunan infrastruktur yang marak di Tanah Air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur semakin mengoptimalkan penggunaan Dana Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Melalui Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) yang digelar pada 25 Oktober 2024, Pemkab Kutai Timur memaparkan langkah-langkah strategis mereka untuk mempercepat pembangunan daerah dengan fokus utama pada sektor kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.
Radalok yang dihadiri oleh Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Wilayah, Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Erwin Dharmawan, serta perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, menyoroti pentingnya evaluasi penggunaan anggaran Bankeu yang digelontorkan Pemprov Kaltim untuk sepuluh wilayah. Dalam rapat itu, tampak jelas bahwa Pemkab Kutai Timur bertekad untuk memanfaatkan alokasi dana ini demi kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
Sektor kesehatan mendapat porsi perhatian yang signifikan. Irma Aryani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kutai Timur, menjelaskan bahwa Bankeu telah dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program strategis, di antaranya pengadaan susu bayi bagi anak-anak dengan gizi kurang, penyediaan cake dan susu untuk ibu hamil, serta peningkatan kapasitas kader di lapangan.
“Implementasi program ini sangat penting dalam mendukung agenda nasional penurunan stunting. Kami telah sukses merealisasikan 100 persen untuk program pemberian gizi tambahan bagi ibu hamil dan balita, dengan realisasi keuangan mencapai 96,60 persen,” tuturnya dengan penuh optimisme.
Di samping program kesehatan, Pemkab Kutai Timur juga berfokus pada upaya pengembangan sektor pertanian. Sebanyak 264 penyuluh pertanian di seluruh kecamatan dilibatkan untuk mendukung pelatihan tentang tanaman pangan dan peternakan. Realisasi fisik dari alokasi anggaran senilai Rp 32,65 miliar juga menunjukkan progres yang menggembirakan, dengan pencapaian 48,39 persen, meskipun progres keuangan baru mencapai 25 persen dari target 75 persen untuk masing-masing indikator.
Ketua Tim Pengendalian Radalok mengungkapkan, “Komitmen Pemkab Kutai Timur untuk memastikan bahwa seluruh proyek yang dibiayai oleh Bankeu dapat berjalan sesuai dengan rencana sangatlah kuat. Kami yakin dengan upaya bersama, kami akan mampu mendorong pertumbuhan yang signifikan di tahun ini,” kata dia.
Di lapangan, realisasi program-program tersebut tampak terlihat dari aksi nyata yang dilakukan oleh para kader dan penyuluh yang aktif berinteraksi dengan masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga terlibat langsung dalam pengawasan dan dukungan terhadap pelaksanaan program-program tersebut.
Dengan demikian, langkah strategis yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bukan hanya sekedar upaya mengejar target anggaran, tetapi lebih pada misi mulia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memastikan bahwa anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Rapat yang diadakan di Nusantara Ballroom Pentacity Hotel Balikpapan ini, membawa harapan baru bagi masyarakat Kutai Timur. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan statistik, tetapi juga dari dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Komitmen Pemkab Kutai Timur dan dukungan pemerintahan provinsi menjadi kunci utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah ini.
Dengan optimisme dan semangat gotong royong, pembangunan yang dilakukan melalui optimalisasi Dana Bankeu diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perubahan yang lebih signifikan di Kutai Timur. Melihat ke depan, harapan akan kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan bukanlah sekedar impian, tetapi menjadi sebuah kenyataan yang bisa dicapai bersama. (Rls)


