banner 728x90

Long Plai, Ritual Adat Suku Dayak Wehea Kini Diangkat Jadi Festival oleh Pemkab Kutim

Foto: Gambar Festival Long Plai. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan Festival Long Plai di Kecamatan Muara Wahau. Acara itu telah berlangsung sejak tanggal 15 Maret dan akan mencapai puncaknya pada 20 April 2024.

Awalnya, Long Plai merupakan salah satu ritual adat suku Dayak Wehea yang digelar usai panen raya. Belakangan, ritual ini lalu diangkat oleh pihak Pemkab sebagai salah satu budaya yang difestivalkan di bawah binaan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim.

Hal itu diungkapkan Staf Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kutim, wahyu Ramadhan saat ditemui awak media. Ia menyebut festival itu berjalan tak kurang dari satu bulan.

“Festival ini telah berlangsung selama satu bulan lebih, dimulai dari tanggal 15 Maret 2024 dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 20 April 2024,” tuturnya.

Saat ini, Festival Long Plai telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2024. Acara ini menampilkan berbagai rangkaian acara yang mempersembahkan budaya adat Dayak Wahea di Kutim.

“Festival budaya ini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Berbagai rangkaian acara yang menampilkan budaya adat Dayak Wehea di Kutai Timur akan memeriahkan festival ini,” jelasnya.

Meskipun telah berlangsung selama satu bulan, Wahyu mengakui bahwa masih terdapat kendala dalam hal promosi. Namun, Dinas Pariwisata Kutim bertekad untuk terus menggandeng media lokal dan nasional guna mempromosikan Festival Budaya Long Plai ini.

Langkah itu bertujuan agar tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga untuk menarik lebih banyak wisatawan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini kami ditantang oleh kementerian untuk menunjukkan perubahan signifikan dari segi jumlah pengunjung,” ujarnya.

Wahyu menyampaikan optimisme bahwa persiapan puncak acara Festival Budaya Long Plai telah matang dan berharap agar festival ini dapat dikenal dan dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Meskipun telah dikenal masyarakat internasional, Wahyu berharap agar festival tahunan ini dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

“Festival ini sudah dikenal oleh beberapa masyarakat internasional, namun belum secara luas. Kami berharap festival tahunan ini dapat diketahui lebih luas lagi,” harapnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *