banner 728x90

Kutim Siapkan Creative Hub, Rumah Besar Ekraf Terpadu

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah (Dok. Kutimzone.com)
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah (Dok. Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Langkah strategis dalam penguatan ekonomi kreatif mulai diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui rencana pembangunan Creative Hub, sebuah pusat aktivitas yang dirancang untuk menampung dan memberdayakan seluruh subsektor ekraf dalam satu wadah terpadu. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak penting bagi kebangkitan industri kreatif daerah.

Selama ini, pelaku kreatif di Kutim seperti komunitas musik, film, seni rupa, fesyen, hingga kuliner masih bekerja secara terpisah dengan fasilitas terbatas. Ide membangun creative hub muncul dari kebutuhan nyata akan ruang bersama yang layak dan fungsional.

“Kami ingin creative hub menjadi rumah besar untuk semua subsektor ekraf. Tempat ini akan menjadi ruang latihan, ruang pamer, ruang workshop, sampai ruang pemutaran film,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, Rabu (12/11/2025).

Nurullah menjelaskan, konsep creative hub akan mencakup berbagai fasilitas seperti ruang pamer kriya, studio musik, ruang rekaman, studio film, galeri seni, kelas pelatihan, co-working space, dapur kreatif untuk kuliner, hingga panggung mini untuk pertunjukan seni. Fasilitas tersebut disiapkan agar seluruh pelaku ekraf dapat berkreasi, berlatih, dan menghasilkan karya dalam satu lokasi terpadu.

Tak hanya sebagai bangunan fisik, creative hub juga diproyeksikan menjadi pusat inkubasi industri kreatif. Pemerintah berencana mengadakan pelatihan rutin, pendampingan usaha, hingga pengembangan produk untuk akses pasar lebih luas.

“Creative hub adalah investasi jangka panjang. Kita ingin generasi muda Kutim punya ruang berkarya yang layak tanpa harus pergi jauh keluar daerah,” tegas Nurullah.

Saat ini, rencana pembangunan creative hub sedang dalam tahap penyusunan konsep bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim dan menunggu persetujuan kepala daerah. Pemerintah berharap, fasilitas ini akan menjadi simbol baru pembangunan sumber daya kreatif lokal, serta mempersempit kesenjangan infrastruktur antara Kutim dan kota besar lainnya seperti Samarinda atau Balikpapan.

Dengan kehadiran creative hub, Kutai Timur ingin menunjukkan komitmen nyata terhadap pengembangan ekonomi berbasis talenta dan inovasi. Fasilitas ini diharapkan menjadi motor penggerak ekraf serta menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (ADV/RI)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *