banner 728x90

Kutim Rehabilitasi Sawah Tak Produktif, Sasar Petani Muda

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) terus menggulirkan program strategis demi memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah terbarunya adalah rehabilitasi sawah yang selama ini terbengkalai serta optimalisasi lahan tidur agar kembali produktif.

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah lahan pertanian yang tidak lagi digarap untuk segera diperbaiki. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum muda untuk terlibat di sektor pertanian.

“Kami akan melakukan perbaikan pada lahan-lahan yang selama ini tidak digarap. Nantinya, sawah hasil rehabilitasi itu juga akan difokuskan bagi anak-anak muda yang berminat menekuni sektor pertanian,” ujar Dessy saat ditemui Selasa (18/11/2025).

Upaya ini menjadi bagian integral dari rencana jangka panjang DTPHP Kutim dalam membangun pertanian modern yang ramah teknologi. Rehabilitasi sawah akan didukung melalui program Brigade Pangan, yaitu penyediaan alat dan mesin pertanian canggih seperti traktor, drone pertanian, hingga combine harvester.

Dengan dukungan tersebut, petani—termasuk generasi muda—diharapkan tak lagi bergantung pada metode tradisional yang melelahkan dan kurang efisien. Penggunaan alat pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja dan hasil produksi secara signifikan.

Dessy juga mengungkapkan bahwa selain memperbaiki sawah tak tergarap, DTPHP Kutim tengah mempersiapkan usulan pencetakan sawah baru. Program ini diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam bentuk anggaran dan pendampingan teknis.

“Kita terus mendorong agar lahan-lahan pertanian di Kutim bisa kembali produktif. Dengan adanya alat modern dan dukungan generasi muda, kami optimis sektor pertanian akan semakin berkembang,” pungkasnya.

Langkah rehabilitasi dan revitalisasi lahan ini dipandang sebagai jalan keluar dari stagnasi pertanian di Kutai Timur. Selain meningkatkan ketahanan pangan lokal, program ini juga menjadi peluang emas bagi kaum muda untuk berperan aktif dalam membentuk wajah pertanian masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *