banner 728x90

Pemkab Kutim Perkuat Fondasi Ekonomi Berkelanjutan, Sektor Non-Tambang Mulai Tumbuh Signifikan

Pertanian Kutim
Bupati Kutai Timur, Ardiansya Sulaiman. (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, ‎Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat strategi transformasi ekonomi menuju kemandirian daerah di luar sektor tambang.

‎Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi non-mineral dan batu bara sepanjang tahun 2024.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini fokus menyiapkan fondasi ekonomi berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi sektor-sektor produktif rakyat.

“Alhamdulillah selama tahun 2024 ekonomi makro Kutai Timur menunjukkan perbaikan, terutama dari sektor-sektor non tambang,” ujarnya di Sangatta.

Pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batubara tercatat naik 9,59 persen, dengan PDRB sektor tersebut meningkat menjadi Rp51,49 triliun, atau tumbuh 14,12 persen dibanding 2023. Ardiansyah menegaskan pencapaian ini menjadi bukti bahwa diversifikasi ekonomi mulai berjalan.

“Peningkatan ini memperlihatkan bahwa upaya Pemkab dalam mendorong transformasi ekonomi sudah berada di jalur yang benar,” jelasnya.

Meski kontribusi tambang masih mendominasi PDRB Kutim sebesar 75,53 persen, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sektor-sektor penggerak ekonomi lainnya seperti pertanian, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Bupati menilai bahwa pertumbuhan sektor non tambang adalah landasan penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah, terutama menghadapi era pascatambang di masa depan.

“Transformasi ekonomi adalah kebutuhan. Ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan harus mulai dikurangi. Karena itu, penguatan ekonomi non tambang menjadi prioritas,” tegasnya.

‎Ardiansyah menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil akan memberikan dampak luas bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

‎Karena itu, Pemkab Kutim terus memperkuat program-program yang mendorong produktivitas masyarakat dan membuka lebih banyak lapangan kerja. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *