
SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu daerah yang menjalankan program digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos Digital). Program tersebut diarahkan untuk memperbarui data sosial ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kutim, Ernata Hadi, mengatakan Perlinsos Digital menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat yang mulai dipersiapkan pelaksanaannya pada periode September hingga Desember 2026.
“Program strategis nasional yang kedua yaitu digitalisasi Perlinsos. Ini sangat penting dan harus masyarakat tahu karena program baru yang harus kita mulai dari September hingga Desember nanti,” kata Ernata saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Ernata, Kutai Timur termasuk dalam 114 kabupaten/kota yang menjadi lokasi piloting program tersebut.
“Untuk tahun ini sebanyak 114 kabupaten/kota sebagai piloting pemerintah pusat untuk melakukan Perlinsos ini. Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu dari piloting itu,” ujarnya.
Program tersebut, lanjut dia, berangkat dari masih ditemukannya persoalan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.
Di lapangan, terdapat masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima bantuan. Sebaliknya, muncul pula keluhan mengenai warga yang kondisi ekonominya dinilai sudah mampu namun masih tercatat sebagai penerima.
“Sekarang banyak masyarakat yang menyampaikan, saya tidak dapat bantuan sosial sementara saya seharusnya dapat. Ada juga yang mengatakan, itu orang kaya kok dapat, semestinya tidak dapat tetapi kok dapat,” katanya.
Persoalan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan pemutakhiran data melalui sistem digital.
Diharapkan, pembaruan tersebut mampu menghasilkan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat yang lebih sesuai dengan keadaan terkini sehingga program bantuan dapat diarahkan berdasarkan data yang lebih mutakhir.
“Dengan dasar itu pemerintah pusat mengadakan pemutakhiran data. Pemutakhiran data ini melalui Perlinsos Digital,” jelas Ernata.
Dinsos Kutim kini tengah mempersiapkan berbagai kelengkapan sebelum pelaksanaan program diperluas kepada masyarakat.
Ernata berharap seluruh masyarakat Kutai Timur dapat terakomodasi dalam proses pemutakhiran tersebut.
“Harapan kami semua masyarakat Kabupaten Kutai Timur datanya bisa masuk di Perlinsos Digital ini,” ujarnya.
Masyarakat nantinya memiliki dua jalur untuk memasukkan data, yakni secara mandiri maupun melalui bantuan agen Perlinsos.
Jalur mandiri diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki perangkat dan mampu mengakses sistem digital. Sedangkan masyarakat yang mengalami keterbatasan perangkat maupun kemampuan mengakses teknologi dapat meminta bantuan agen.
“Kalau mandiri itu masyarakat memasukkan dirinya sendiri ke data digitalisasi Perlinsos. Ini bagi masyarakat yang memang punya HP dan tahu menggunakan Android,” jelasnya.
Sedangkan agen Perlinsos akan membantu warga yang tidak dapat melakukan proses tersebut secara mandiri.
Dengan sistem tersebut, Dinsos Kutim berharap pemutakhiran data tidak hanya menjangkau masyarakat perkotaan yang akrab dengan layanan digital, tetapi juga warga yang memiliki keterbatasan akses teknologi.(ADV/Kominfo)
