banner 728x90

Kreativitas Pemuda Menyala di Sangatta

Pemkab Kutai Timur Fasilitasi Talenta Muda Lawan Godaan Negatif

Musik Sangatta Teriak ke-3. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Dalam lanskap kehidupan yang sarat tantangan bagi generasi muda, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyatakan komitmennya untuk mendampingi mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, menegaskan pentingnya membangun ruang positif bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas dan menjauhkan diri dari perilaku destruktif seperti narkoba, tawuran, dan balapan liar.

“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Mereka punya potensi besar sebagai agen perubahan. Kita perlu menciptakan wadah agar potensi ini bisa tersalurkan secara positif,” ujar Kadispora Kutim Basuki dalam sambutannya pada acara musik Sangatta Teriak ke-3 yang digelar di halaman parkir Kopi Kai Sangatta, belum lama ini.

Acara yang mengusung semangat anti-narkoba dan anti-perilaku negatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim menyediakan ruang berekspresi bagi anak muda. Melalui ajang ini, pemuda diharapkan bisa mengekspresikan diri dan menjauhkan diri dari pengaruh buruk. Basuki menyatakan bahwa Pemkab Kutim akan terus memberikan dukungan penuh bagi generasi muda, terutama dalam menyalurkan kreativitas dan bakat mereka.

“Dengan program-program yang telah kami susun, kami harap anak-anak muda Kutim bisa memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan potensi mereka. Dukungan ini juga merupakan bentuk komitmen kami dalam membantu pemuda Kutim menghindari jalan yang salah,” tambah dia.

Tantangan Pemuda di Tengah Godaan Modern

Basuki tak menutup mata terhadap berbagai ancaman yang masih mengintai generasi muda, seperti narkoba, judi online, balapan liar, hingga aksi tawuran. Godaan-godaan negatif ini dinilai bisa merusak masa depan mereka jika tidak dihindari. Maka, ia mengajak para pemuda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan waktu dan bakat yang dimiliki.

“Katakan tidak pada narkoba, judi online, balap liar, tawuran, dan kenakalan lainnya. Pemuda seharusnya fokus mengembangkan diri melalui kegiatan yang bermanfaat, bukan terjerumus dalam tindakan destruktif,” tegas Basuki. Ia menambahkan, Pemkab Kutim selalu siap mendukung langkah-langkah kreatif pemuda Kutim, termasuk menyediakan fasilitas dan event-event kreatif untuk menampung minat mereka.

Basuki juga mengingatkan bahwa keseimbangan antara kerja keras dan doa adalah kunci dalam meraih cita-cita. Baginya, musik adalah salah satu cara efektif untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat, terutama lintas generasi.

“Musik adalah bahasa universal. Melalui musik, kita bisa menyampaikan pesan positif dan menyatukan semangat generasi muda. Ini adalah bentuk komunikasi yang bisa diterima oleh semua kalangan,” tutur Basuki, yang juga mantan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Kutim.

Meriahkan Malam: Saint Loco dan Talenta Lokal Unjuk Gigi

Salah satu daya tarik acara Sangatta Teriak ke-3 adalah kehadiran Saint Loco, band beraliran Nu Metal dari Jakarta. Penampilan band ini sukses memukau para penonton yang sebagian besar merupakan generasi muda. Band yang terkenal dengan lagu-lagu penuh energi tersebut baru saja mengeluarkan album berjudul “Home” pada 2023, yang bahkan berhasil meraih penghargaan Album Metal Terbaik di Anugerah Musik Indonesia tahun ini.

Selain Saint Loco, sejumlah band lokal Kalimantan Timur turut tampil, seperti Danska, Golden Ways, Senoni, NDHC, MOB, dan Selenia. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa anak muda di Kaltim memiliki potensi besar dalam industri musik dan seni kreatif lainnya.

“Bagi kami, ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana untuk menyalurkan bakat sekaligus menghindari perilaku negatif. Musik membuat kami bisa mengekspresikan diri,” ungkap salah satu anggota band lokal dengan penuh antusiasme.

Kutim: Membangun Masa Depan dengan Kreativitas

Acara ini menunjukkan bahwa Pemkab Kutim tidak sekadar memfasilitasi hiburan, tetapi juga berupaya mendukung pemuda untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas positif. Dengan memberikan ruang bagi kreativitas, Pemkab Kutim berharap generasi muda terhindar dari pengaruh-pengaruh yang dapat merusak masa depan mereka.

“Jangan pernah berhenti berkreasi, teruslah berinovasi menuju Kutim yang hebat, Kutim yang menyala,” tutup Basuki, memancarkan semangat.

Melalui dukungan yang berkelanjutan, Pemkab Kutim mengajak seluruh pemuda di daerah tersebut untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik. Dengan mengedepankan kreativitas dan produktivitas, diharapkan mereka dapat menjadi pilar penting bagi perubahan positif di Kutim dan Indonesia. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *