Kutimzone.com, Jakarta – Sebanyak 20 jurnalis dari Kutai Timur mengikuti bootcamp jurnalistik selama tiga hari di Jakarta. Kegiatan itu melibatkan sejumlah narasumber ahli dan berpengalaman dalam dunia jurnalistik.
Peserta tak hanya memperoleh teori, tetapi praktek langsung membuat berita yang terstandardisasi.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan itu adalah pentingnya melawan berita bohong alias hoaks. Kepala Dinas Kominfo Kutai Timur, Ronny Bonar, dalam sambutannya menekankan kepada peserta bahwa jurnalis memiliki peran krusial dalam menyajikan informasi yang benar dan akurat.
Sebab, kata Ronny, saat ini tengah marak penyebaran berita bohong.
“Mari bersatu menangkal informasi yg hoaks,itulah tugasnya seorang jurnalis sejati,” tegas Ronny saat membuka Pelatihan Jurnalistik, di Redtop, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Desember 2024.
“Diperlukan peningkatan kapasitas sebagai jurnalis Kutai Timur agar mampu terus menjalankan perannya sesuai kaidah dan kode etik jurnalistik,” imbuh dia.
Selain materi tentang penulisan berita dan etika jurnalistik, para peserta juga diajarkan cara memanfaatkan media sosial secara efektif untuk menyebarkan informasi yang positif dan membangun.
Dengan bekal ilmu baru yang didapat, para jurnalis Kutai Timur merasa optimis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerahnya.
“Kami siap menjadi agen perubahan dan membawa angin segar dalam dunia jurnalistik Kutai Timur,” ungkap Riri salah seorang peserta pelatihan.


