banner 728x90

Isra’ Mi’raj dan Amanah Kepemimpinan, Pesan Bupati Kutim di Desa Himba Lestari

Isra' Mi'raj
Bupati Kutai Timur saat menyampaikan tauziah Isra' Mi'raj. (Istimewa)

Kutimzone.com, Batam – Isra’ Mi’raj tak sekadar perayaan tahunan dan ritual keagamaan, tetapi juga refleksi umat Islam tentang pentingnya penerapan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman sampaikan pada peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid At-Taqwa, Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar (Batam), Sabtu, 18 Januari 2025.

“Isra’ Mi’raj memuat pesan penting, yaitu kewajiban menunaikan salat lima waktu. Salat tidak hanya menjadi simbol kedekatan hamba dengan Allah SWT, tetapi juga melatih kedisiplinan dan keimanan,” ujar Ardiansyah di hadapan ratusan jamaah.

Lebih lanjut, Ardiansyah menyoroti pesan moral dari Isra’ Mi’raj yang mengajarkan tentang ketaqwaan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam beribadah. Ia juga mengingatkan pentingnya amanah bagi setiap pemimpin di semua tingkatan, mulai dari tingkat RT hingga Presiden. 

“Setiap pemimpin dituntut untuk melaksanakan tugasnya dengan adil, bijaksana, dan penuh tanggung jawab,” tegas dia.

Dalam agenda yang sama, Bupati bersama Camat Batam Suriansyah Mutul, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Taqwa yang baru. Masjid ini direncanakan menggantikan masjid lama itu diharapkan selesai pada 2026. 

“Kami berharap masjid yang baru ini akan menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat di Desa Himba Lestari,” tambah Ardiansyah.

Sementara itu, Camat Batam, Suriansyah Mutul dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang menjaga kondusifitas selama proses pemilu legislatif, presiden, dan kepala daerah. 

“Terima kasih kepada seluruh warga dan penyelenggara pemilu yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Tidak ada gesekan akibat perbedaan pilihan politik. Ini adalah pencapaian yang harus kita pelihara bersama,” ungkap Suriansyah.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum tidak hanya untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan mengokohkan peran kepemimpinan yang bertanggung jawab di tengah masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *