banner 728x90

Forum Pembauran Kebangsaan Muara Wahau, Telen dan Kombeng Dikukuhkan

Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan tingkat Kecamatan di Kutim. (Istimewa)

Kutimzone.com, Kombeng – Dalam langkah yang menggetarkan semangat persatuan di tengah keragaman masyarakat, tiga kecamatan pedalaman, Muara Wahau, Telen, dan Kombeng, secara resmi mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Peristiwa bersejarah ini berlangsung di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur, dihadapan masyarakat setempat, tokoh adat, serta para camat yang berperan dalam prosesi pengukuhan belum lama ini.

Forum ini akan menjalankan tugasnya untuk periode 2024-2029 dengan misi gigih: memperkuat integritas nasional dalam keberagaman suku, agama, ras, dan golongan (SARA). Camat Muara Wahau, Marlianto, yang bertindak sebagai wakil resmi dalam acara itu, mengungkapkan bagaimana pentingnya FPK dalam menjalankan perannya menjaga persatuan demi mencegah potensi bentrokan di masyarakat.

“Tujuan utama Forum Pembauran Kebangsaan adalah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman SARA. Forum ini mendorong dialog, komunikasi, dan kolaborasi antarwarga guna menciptakan harmoni sosial, sekaligus menjaga keutuhan NKRI,” tandas Marlianto dengan tegas dalam sambutannya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Keberagaman adalah keniscayaan di daerah ini, dan seringkali menjadi pemicu tantangan sosial. Marlianto menambahkan, melalui FPK, diharapkan muncul kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan saling menghargai antar sesama.

Pengukuhan FPK ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan merupakan momentum strategis untuk membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya memelihara kebhinekaan.

“Kita hendaknya saling mengingatkan bahwa perbedaan adalah anugerah yang harus dipelihara, bukan dijadikan alasan pertikaian,” ujar Petrus Ivung, Camat Telen, yang turut berkesempatan memberi sambutan.

Antusiasme masyarakat setempat terhadap pembentukan FPK sangat dirasakan. Rina, seorang perwakilan pemuda Desa Makmur Jaya, mengungkapkan harapan besarnya terhadap keberadaan forum ini.

“Semoga FPK ini bisa membawa perubahan positif, terutama dalam menjaga persatuan di desa kami yang penduduknya beragam,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

FPK di setiap kecamatan akan berfokus pada program-program yang membawa masyarakat berkontribusi langsung, seperti diskusi lintas budaya, kerja bakti bersama, dan berbagai kegiatan edukasi yang berkaitan dengan keutuhan NKRI. Semua itu dirancang agar rasa kebangsaan continuamente terwujud di tengah masyarakat, sehingga mereka dapat hidup berdampingan dalam suasana damai dan saling menghormati.

Ke depannya, FPK di Muara Wahau, Telen, dan Kombeng diharapkan tidak hanya dapat meredam potensi konflik, tetapi juga menjadi jembatan penghubung antara budaya dan nilai yang ada di masyarakat yang beragam.

Dengan pengukuhan ini, ketiga kecamatan tersebut bertekad menjadi teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia, menunjukkan bagaimana keragaman dapat dikelola secara arif dan bijak, tanpa mengorbankan persatuan yang telah terbangun.

Fakta bahwa pemerintah terus berkomitmen memperkuat persatuan bangsa melalui berbagai upaya strategis semakin memperkuat makna dari pengukuhan ini.

FPK di daerah pedalaman seperti Muara Wahau, Telen, dan Kombeng merupakan langkah konkret yang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kehidupan sosial seluruh warga.

Dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai, Muara Wahau, Telen, dan Kombeng bertekad untuk membuktikan bahwa dalam keragaman yang ada, terdapat kekuatan tak terhingga yang dapat mewujudkan bangsa yang utuh, damai, dan sejahtera. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *