banner 728x90

Final Bazar UMKM Kutim, Ardiansyah Minta Data Peserta Diinventarisasi

Kutimzone.com, Sangatta – Bazar UMKM Kutai Timur (Kutim) memasuki babak terakhir. Sebelumnya, Dinas Koperasi (Diskop) UMKM Kutim yang bekerja sama dengan Global Entrepreuner Profesional (Genpro) Indonesia mematenkan 18 titik. Kegiatan terakhir itu dipusatkan di Lapangan Helipad, Kantor Bupati Kutim, pada Senin, 16 Oktober 2023.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Kepala Diskop UMKM Kutim Darsafani, Genpro Kalimantan Timur (Kaltim) Jhony Arianto hingga undangan lainnya membuka langsung kegiatan ini. Ia pun meminta data dari 18 kecamatan yang sudah menggelar Bazar UMKM.

“Segera saya minta, berapa data UMKM yang terlibat. Ini penting sebagai bahan evaluasi. Kedepan, kita bisa memutuskan cepat kegiatan selanjutnya karena tentunya banyak UMKM tumbuh,” urainya.

Kemudian, ia juga meminta berapa UMKM yang bersumber dari dana Rp 50 juta per RT. Lalu, berapa UMKM sudah dikurasi. Sementara itu, ada berapa produk dari UMKM yang masuk kategori kuliner kreatif hingga inovasi lainnya.

“Produk ini yang harus kita ketahui cepat. Kita sudah punya produk yang sudah dikurasi seperti madu kelulut, jahe, gula merah cair dan lainnya. Produk ini pun sudah dipromosikan di pameran UMKM di Bali dan Jakarta,” ungkapnya.

Karena itu, Ardiansyah meminta kepada pihak terkait agar mengatensi perkembangan UMKM. Dia berharap, UMKM yang hadir dan memeriahkan event di 18 titik, bisa dimasukkan sebagai unsur yang harua ada di pasar regional.

“Saya minta harus dikawal dan ada komunikasi maksimal karena ini perlu ditekankan selain roda transaksi di lapangan, kita mau muncul UMKM Kutim muncul dan bisa mengisi pasar regional, hasil dari bazar keliling di 18 kecamatan,” pinta Ardiansyah.

Senada, Kepala Diskop UMKM Kutim Darsafani melaporkan kegiatan bazar sudah mencapai titik terakhir atau titik ke-18. Ia pun mengutarakan selain bazar ini, pihaknya sudah melaksanakan pelatihan juga studi tiru hingga forum diskusi daerah dalam mengevaluasi kegiatan serta upaya pembenahan.

“Kedepan kita akan gelar event lebih kreatif, nanti dianggaran perubahan kita akan menggelar beberapa pelatihan. Intinya dalam penataan ekonomi kerakyatan. Kemudian kita juga fokus dalam bagaimana memberikan modal bisa untuk hibah atau pendampingan dari perbankan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Karena itu, ia berharap agar event serupa bisa terulang lagi tahuh depan. Pasalnya, karena event itu, Kutim akhirnya dianugerahi reward dari kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *