Kutimzone.com, Bali – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) di Bali, belum lama ini.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penerapan pengelolaan kinerja ASN yang terintegrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 6 Tahun 2022.
Bimtek ini berfokus pada pengembangan keterampilan ASN dalam mengelola kinerja dan penyusunan SKP dengan pendekatan yang fleksibel serta kolaboratif.
Kepala Distransnaker Kutim Doktor Roma Malau, menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kerja ASN demi mencapai sasaran organisasi secara efektif.
“Untuk mencapai suatu sasaran dan tujuan organisasi, kerja sama berbasis tim sangat diutamakan, didukung oleh sistem kerja yang terintegrasi. Ini sejalan dengan Peraturan Menteri PANRB,” ujar Roma Malau, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan sistem kerja yang dinamis dan adaptif.
Roma menjelaskan bahwa bimtek ini membahas sejumlah aspek terkait penilaian kinerja ASN, mulai dari cara perencanaan hingga penilaian akhir yang berkeadilan. ASN dilatih untuk memahami perencanaan kinerja yang baik, pelaksanaan kinerja harian, monitoring serta pembinaan kinerja, dan metode penilaian yang obyektif.
Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam Bimtek ini adalah penerapan Peraturan PANRB Nomor 6 Tahun 2022, optimalisasi aplikasi e-Kinerja dalam proses penilaian ASN, penyusunan SKP yang akurat dan relevan.
Serta evaluasi berkala terhadap SKP setiap pegawai. Selain itu, bimtek ini juga menekankan pentingnya sistem penilaian berbasis prestasi dan karier.
“Penilaian kinerja PNS bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja, baik di tingkat individu maupun di tingkat unit atau organisasi,” terang Roma.
Sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Roma mengungkapkan harapannya agar Bimtek ini dapat membawa dampak positif bagi para ASN, meningkatkan akuntabilitas, dan memperkuat ikatan kerja sama di setiap lini organisasi.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar. Semoga peserta bimtek dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat demi perbaikan kinerja ASN di lingkungan pemerintah Kutai Timur,” tambah Roma.
Diharapkan, dengan pelatihan ini, ASN di Kutim mampu menyesuaikan kinerjanya dengan standar nasional dan menumbuhkan budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kolaborasi, yang akan berdampak langsung pada pelayanan publik yang lebih baik. (Rls)


