banner 728x90

Dari Rakornas, Pjs Bupati Kutai Timur Minta Bappeda Rancang Program Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Rapat pimpinan yang dipimpin oleh Pjs Bupati Kutim M Agus Hari Kesuma di Hotel Fugo, Samarinda. (Istimewa)

Kutimzone.com, Samarinda – Usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah 2024 di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur (Kutim), M Agus Hari Kesuma (AHK), langsung bergerak cepat.

Ia memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Hotel Fugo, Samarinda, pada Sabtu, 9 November 2024, untuk memastikan seluruh jajaran Pemkab Kutim siap mendukung program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, AHK merincikan sejumlah prioritas yang disampaikan Presiden Prabowo di Rakornas, yakni lima program utama yang dikenal sebagai Asta Cita. Lima prioritas ini menjadi pedoman strategis dalam upaya pemerintah memperkuat ketahanan nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Presiden menekankan pentingnya kerja sama antara pusat dan daerah untuk mencapai Indonesia Emas. Kita di Kutim juga harus bersinergi agar program prioritas ini bisa terwujud,” tutur Pjs Bupati Kutim, AHK.

Fokus Lima Program Asta Cita

Dalam paparannya, AHK menjelaskan kelima program prioritas tersebut, mulai dari ketahanan pangan hingga penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Kelima prioritas ini dirancang untuk menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara menyeluruh:

1. Ketahanan Pangan
Dengan meningkatnya ancaman krisis pangan global, pemerintah berfokus pada penguatan sektor pertanian dan perikanan demi mewujudkan swasembada pangan. “Kita harus dapat memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri, sehingga ketergantungan pada impor bisa berkurang,” jelas AHK, menegaskan bahwa Kutim memiliki potensi besar di sektor ini.

2. Ketahanan Energi
Pemerintah menekankan pentingnya pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor. Kutim, yang kaya akan sumber daya energi terbarukan, dipandang AHK sebagai daerah yang strategis untuk mengembangkan inisiatif ini. “Energi terbarukan kita cukup melimpah. Ini harus menjadi tumpuan dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” tambahnya.

3. Hilirisasi Sumber Daya Alam
Pemerintah mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam. Proses ini diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi lokal. “Pengolahan bahan mentah di tingkat daerah akan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata AHK.

4. Perumahan Rakyat
Penyediaan hunian layak bagi masyarakat menjadi prioritas pemerintah agar setiap warga negara dapat menikmati tempat tinggal yang aman dan nyaman. Menurut AHK, program ini sangat penting bagi pembangunan daerah karena menjamin kualitas hidup yang lebih baik bagi warga Kutim. “Kita ingin memastikan bahwa masyarakat Kutim memiliki hunian yang layak dan sehat,” ujarnya.

5. Makanan Bergizi
Program ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan sehat dan bergizi untuk membangun masyarakat yang sehat dan produktif. “Gizi masyarakat harus kita jaga, agar generasi muda kita bisa tumbuh dengan baik dan menjadi penerus bangsa yang kuat,” ungkap AHK.

Sinergi Daerah dan Pusat dalam Implementasi Asta Cita

Dalam rapat yang juga dihadiri Asisten Pemkesra Sekkab Kutim Poniso Suryo Renggono, Asisten Administrasi Umum Sekkab Kutim Sudirman Latief, serta sejumlah kepala perangkat daerah hingga camat, AHK menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program prioritas ini harus disesuaikan dengan kondisi lokal agar dapat berjalan optimal.

Menurutnya, beberapa program seperti makan siang gratis yang telah diluncurkan oleh pemerintah pusat perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Untuk itu, AHK menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar mengawal pelaksanaan program ini dengan cermat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kutim.

Selain itu, AHK menyampaikan optimismenya terhadap pencapaian program ketahanan pangan di Kutim. “Kita memiliki potensi pertanian dan perikanan yang besar. Kutim bisa menjadi salah satu penyokong utama ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menyediakan kebutuhan pangan dalam negeri,” tambahnya.

Komitmen untuk Pembangunan Berkelanjutan

AHK juga menekankan pentingnya menjaga komitmen untuk menyukseskan seluruh program prioritas yang telah disepakati. Menurutnya, integrasi antara program pusat dengan kebijakan daerah akan memberikan dampak signifikan pada pembangunan Kutim dalam jangka panjang. “Sinergi antara pusat dan daerah akan membawa manfaat besar bagi masyarakat, sehingga kita bisa mencapai target pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

AHK juga berharap seluruh perangkat daerah di Kutim dapat terus menjaga semangat kerja sama dan berkomitmen mencapai target anggaran dan fisik yang telah direncanakan hingga akhir tahun ini. Dengan koordinasi yang semakin intensif, Pemkab Kutim berjanji untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat dan siap menghadapi tahun 2025 dengan capaian yang lebih baik.

“Target kita adalah memaksimalkan potensi daerah guna mendukung visi besar Indonesia Emas 2045,” tutup AHK dalam pernyataannya yang menggema di hadapan para peserta rapat.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Pemkab Kutim menunjukkan kesiapan mereka dalam mendukung program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *