banner 728x90

Damayanti: Pariwisata Kaltim Sulit Dijangkau, Akses Mahal Jadi Kendala

Samarinda – Di tengah potensi wisata alam Kalimantan Timur yang luar biasa, kenyataan pahit datang dari jalur akses yang sulit dan mahal. “Kalau di Jawa itu murah dan gampang, di sini sebaliknya,” keluh Damayanti, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, yang menyoroti lemahnya infrastruktur dan mahalnya biaya transportasi menuju destinasi wisata di daerah tersebut.

Damayanti menilai, Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Namun, potensi itu terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan mahalnya biaya perjalanan. Hal ini membuat para wisatawan, termasuk masyarakat lokal, berpikir dua kali sebelum berwisata ke daerah-daerah di Bumi Etam.

“Kalau kita lihat Kalimantan Timur ini dari sisi pariwisatanya untuk alam, itu kan sebenarnya bagus. Cuma lagi-lagi kita terkendala dengan infrastruktur untuk menuju ke sana. Ini yang perlu penataan yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Ia kemudian membandingkan dengan Pulau Jawa yang dinilainya lebih maju dalam sektor pariwisata karena kemudahan akses dan harga yang terjangkau. “Kenapa tempat wisata di Jawa begitu bagus, karena memang mudah. Mudah didatangi dengan harga murah meriah, beberapa tempat bisa langsung dikunjungi,” jelas Damayanti.

Menurutnya, tempat wisata unggulan seperti Maratua di Kabupaten Berau memerlukan waktu tempuh yang panjang melalui jalur darat, belum lagi kualitas jalannya yang buruk. Bila memilih jalur udara, biaya yang mahal menjadi kendala lain yang mengurangi minat wisatawan.

“Kadang masyarakat malas ke tempat wisata, karena sulit. Kalau lewat darat butuh berjam-jam, kemudian ditambah lagi infrastrukturnya tidak bagus. Kalau lewat udara juga mahal banget,” paparnya lagi.

Ia memperkirakan, tingginya tarif transportasi udara dipicu oleh rendahnya jumlah penumpang, yang membuat biaya operasional maskapai sulit tertutupi. “Betul yang kamu bilang, karena mahalnya itu tadi, sehingga banyak wisatawan yang tidak tertarik. Kita yang lokal saja kadang mikir-mikir juga,” tambahnya.

Untuk itu, Damayanti mendorong pemerintah daerah agar serius memperbaiki akses dan fasilitas pendukung pariwisata, demi menarik lebih banyak kunjungan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara promosi pariwisata dan pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Ini yang menjadi atensi kita bersama, bagaimana dalam mensosialisasikan pariwisata kita itu bisa lebih booming. Tapi juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai, harus ada perhatian lebih soal ini,” pungkasnya.

Kritik Damayanti memperkuat narasi bahwa pengembangan pariwisata di Kaltim butuh gebrakan serius, agar kekayaan alamnya bisa benar-benar dinikmati luas oleh wisatawan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *