banner 728x90

Ananda Moeis: Perang Narkoba Harus Sejalan Pembangunan SDM

Samarinda – Ancaman narkoba di Kalimantan Timur dinilai berpotensi menggagalkan upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menekankan perlunya komitmen kuat dan lintas sektor dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Ananda dalam rapat koordinasi terpadu P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dipimpin Gubernur Rudy Mas’ud di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (17/6/2025). Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, termasuk BNN, BINDA, Korem 091/ASN, dan Kejati Kaltim.

“Kita sudah punya program besar untuk mencetak SDM berkualitas, tapi kalau narkoba tak tertangani, upaya itu bisa percuma. Pemerintah harus serius, apalagi anggaran sudah besar,” kata Ananda.

Ia menegaskan bahwa tugas pemberantasan narkoba tidak boleh dibebankan hanya kepada BNN atau aparat hukum. DPRD, katanya, siap memberikan dukungan penuh, baik melalui kebijakan, pengawasan, maupun alokasi anggaran.

“Masalah ini terlalu besar untuk ditangani satu lembaga. Kami siap di semua lini untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba di Kaltim,” ujar politisi PDIP ini.

Ananda juga menyoroti kapasitas terbatas fasilitas rehabilitasi di Kaltim. Menurutnya, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah di Samarinda hanya dapat menampung 290 pasien, padahal jumlah pengguna narkoba di provinsi ini mencapai belasan ribu.

“Kapasitas yang ada jelas tak seimbang. Rehabilitasi adalah bagian penting dari proses pemulihan, dan ini harus diperluas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan ini juga dipengaruhi struktur pembiayaan karena balai tersebut merupakan fasilitas vertikal yang dibiayai APBN.

“Kami tengah mendalami prosedur pendanaannya, tapi jelas dorongan kami adalah perluasan kapasitas dan peningkatan peran daerah,” jelasnya.

Ananda juga menegaskan pentingnya optimalisasi Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang P4GN, serta mendukung rencana pembentukan Satgas Khusus Anti Narkoba yang langsung dikomandoi kepala daerah.

“Kalau ini tidak dikelola serius, kita bisa kalah dari sindikat narkoba. Maka sinergi antarlembaga harus diperkuat,” tegasnya.

Dengan pendekatan menyeluruh, dari hulu ke hilir, Ananda berharap Kalimantan Timur bisa terbebas dari jerat narkoba dan menjadi penopang IKN dengan SDM yang unggul, sehat, dan produktif. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *