banner 728x90

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Dorong Pembangunan Museum

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Kutimzone.com)
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Dalam penutupan Festival Pesona Budaya Kutai Timur 2025, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan perlunya langkah konkret dalam pelestarian budaya. Salah satu inisiatif strategis yang ia dorong adalah pembangunan museum daerah sebagai tempat penyimpanan, pelestarian, dan edukasi warisan budaya lokal.

Pernyataan tersebut ia sampaikan di tengah pidato penutupan FPB 2025 yang berlangsung di Alun-alun Bukit Pelangi pada Minggu (23/11/2025) malam. Festival itu disebutnya bukan hanya ruang ekspresi seni, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kebutuhan infrastruktur budaya yang lebih mapan dan terstruktur.

“Kita punya banyak kekayaan budaya dari pesisir sampai pedalaman, tapi belum memiliki rumah bersama untuk merawatnya secara permanen. Museum harus segera kita bangun,” ujar Ardiansyah dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan bahwa museum akan menjadi ruang kolektif bagi sejarah Kutai Timur, termasuk artefak, dokumentasi tradisi lisan, naskah-naskah tua, serta karya seni rakyat. Menurutnya, pelestarian budaya harus dilengkapi dengan tempat yang mampu menghidupkan kembali memori kolektif generasi terdahulu kepada anak-anak muda masa kini.

“Museum itu bukan sekadar tempat menyimpan benda tua. Ia adalah jendela identitas dan sarana pendidikan,” tegasnya.

Gagasan ini mendapat sambutan hangat dari para pegiat budaya dan masyarakat yang hadir dalam acara. Beberapa menyebut ini sebagai terobosan yang telah lama dinantikan.

Seiring dengan rencana pembangunan museum, Ardiansyah juga menyebut perlunya penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan akademisi, seniman, komunitas adat, serta lembaga arsip dan sejarah. Ia memastikan bahwa Pemkab Kutim akan menyusun roadmap pengembangan museum sebagai bagian dari strategi pelestarian budaya jangka panjang.

“Kalau kita bisa bangun stadion untuk olahraga, maka sudah saatnya kita bangun museum untuk budaya,” kata Ardiansyah, membandingkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan kultural.

Dengan komitmen tersebut, Pemkab Kutim mengirimkan pesan tegas bahwa pembangunan tidak hanya sebatas infrastruktur jalan dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan fondasi budaya. Museum daerah diharapkan menjadi tonggak pelestarian sejarah, ruang edukasi, dan simbol penghargaan terhadap kekayaan kultural Kutai Timur. (ADV/RI)

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *