Kutimzone.com, Sangatta – Suara pelajar bergema penuh semangat di Aula Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim), Senin (24/11/2025). Bukan orasi biasa, melainkan arena adu gagasan dalam Lomba Debat HIV/AIDS tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Kutim yang digelar sebagai bentuk edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV kepada remaja.
Kegiatan ini tak sekadar kompetisi, tetapi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai HIV/AIDS, khususnya terkait cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan edukatif yang menyasar remaja sebagai kelompok usia yang rentan, namun strategis sebagai agen perubahan.
“Melalui debat, siswa belajar berpikir kritis dan menyampaikan argumen berdasarkan data. Ini sangat penting untuk meluruskan informasi yang keliru tentang HIV,” ujarnya di sela kegiatan.
Lomba ini juga bertujuan membangun lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap isu kesehatan reproduksi dan bebas dari diskriminasi terhadap penderita HIV. Para peserta diajak memahami bahwa dukungan sosial dan empati merupakan bagian dari pencegahan yang tidak kalah penting.
Selain mendorong literasi informasi dan komunikasi publik, kegiatan ini juga menjadi wadah menyalurkan minat siswa dalam bidang debat dan advokasi kesehatan. Peserta didorong untuk menggali informasi ilmiah serta melatih keberanian menyampaikan pendapat secara logis dan terstruktur.
Tujuan lainnya adalah menciptakan peer educator atau duta remaja yang dapat menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS di lingkungan sekolah masing-masing. Dinkes Kutim berharap lomba ini dapat menjadi pemantik kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan HIV di kalangan pelajar.
“Remaja perlu dibekali bukan hanya informasi, tapi juga empati dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran, terutama dalam isu-isu kesehatan yang kerap dianggap tabu,” tambah Sumarno.
Dengan lomba debat ini, Dinkes Kutim berharap akan lahir generasi muda yang tak hanya cerdas dalam menyerap informasi, tetapi juga berani menjadi agen perubahan yang peduli terhadap isu-isu kesehatan di lingkungan mereka. (ADV/RI).





