Kutimzone.com, Sangatta – Ratusan orang tua memadati kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta, sejak pagi hari demi satu tujuan penting: kesehatan buah hati mereka. Dalam momentum puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) menghadirkan layanan pemeriksaan gratis oleh dokter spesialis anak yang langsung disambut antusias warga.
Layanan ini mencakup evaluasi tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah, hingga edukasi imunisasi dan gizi. Banyak orang tua mengaku baru pertama kali bisa mengakses konsultasi spesialis anak tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit besar atau merogoh kocek dalam.
“Kami ingin memastikan anak-anak Kutim mendapatkan layanan terbaik, termasuk dalam pemeriksaan tumbuh kembang dan imunisasi,” ujar seorang dokter spesialis anak yang tergabung dalam tim layanan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Ia menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sebagai langkah awal pencegahan terhadap gangguan kesehatan yang dapat berdampak jangka panjang.
“Anak-anak adalah investasi masa depan. Pemeriksaan ini adalah bentuk komitmen kami menjaga mereka sejak dini,” tegasnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih dari sekadar layanan medis, kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi orang tua. Para dokter memberikan penjelasan terkait jadwal imunisasi wajib, pola asupan nutrisi seimbang, serta praktik pengasuhan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Dinkes Kutim juga menargetkan kegiatan ini menjadi langkah preventif terhadap masalah stunting dan defisiensi gizi yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, layanan serupa akan dilaksanakan di kecamatan lain agar lebih banyak keluarga merasakan manfaat pemeriksaan spesialis secara gratis.
Layanan ini menjadi simbol nyata semangat HKN ke-61, di mana kesehatan anak tak hanya dipandang sebagai urusan rumah tangga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan masa depan daerah yang lebih sehat dan berkualitas. (ADV/RI)





