banner 728x90

Layanan Gizi Gratis Warnai HKN ke-61 di Polder Ilham Maulana

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Masalah gizi di Kutai Timur masih menjadi benang kusut yang sulit diurai, namun harapan mulai ditenun lewat layanan konsultasi gizi gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kutim dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Polder Ilham Maulana, Sangatta, pada Rabu pagi (26/11/2025) dan menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Konsultasi gizi ini menyasar ibu rumah tangga, remaja, hingga lansia dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan seimbang. Dalam kegiatan tersebut, para ahli gizi memberikan edukasi langsung mengenai kebutuhan nutrisi harian, tips menyusun menu sehat, hingga penyesuaian pola makan sesuai kondisi tubuh masing-masing.

“Kadang gizi buruk atau obesitas terjadi karena kurangnya informasi. Konsultasi ini bisa membantu keluarga menerapkan pola makan yang tepat,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno di Lokasi.

Ia menekankan bahwa edukasi kesehatan gizi perlu menjadi langkah awal sebelum intervensi medis dilakukan. Menurutnya, masyarakat perlu dipersenjatai dengan informasi yang akurat agar mampu mencegah masalah kesehatan sejak dini.

Ia juga menegaskan bahwa layanan konsultasi serupa akan dijadwalkan ke wilayah-wilayah lain di Kutim, mengingat masih banyak daerah yang belum terjangkau informasi gizi.

Respons positif pun mengalir dari warga yang hadir. Banyak ibu rumah tangga mengaku antusias memanfaatkan kesempatan untuk memahami kebutuhan nutrisi anak-anak mereka, sementara para remaja dan lansia berdiskusi langsung dengan ahli gizi mengenai diet dan asupan yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan mereka.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan akses informasi di daerah terpencil. Kondisi geografis Kutim yang luas menjadikan banyak warga kurang tersentuh oleh program edukasi gizi, sehingga konsultasi langsung ini menjadi jembatan penting untuk menyalurkan informasi kesehatan yang dibutuhkan.

Sumarno berharap agar program edukatif seperti ini tidak berhenti pada momentum HKN semata, melainkan menjadi program berkelanjutan untuk menurunkan angka gizi buruk serta mencegah masalah kesehatan kronis lainnya.

Dengan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat dan komitmen untuk memperluas jangkauan edukasi, Dinas Kesehatan Kutim yakin transformasi pola konsumsi masyarakat ke arah lebih sehat bukan lagi sekadar harapan. (ADV/RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *