banner 728x90

Yusri Yusuf Lahan Baru Disiapkan Sebelum Replanting Sawit

DPRD Kutai Timur

Anggota DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf.

KUTIM – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Yusri Yusuf, mendorong lahan baru disiapkan sebelum melaksanakan replanting atau peremajaan pohon sawit di Kutai Timur.

Politisi Partai Demokrat itu menilai langkah ini sangat penting agar para petani sawit tidak mengalami jeda produksi yang dapat mengganggu pendapatan mereka.

Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur itu menjelaskan dalam proses replanting sawit, persiapan yang matang akan memastikan stabilitas produksi dan menjaga kesejahteraan petani.

Dia memaparkan, replanting adalah penggantian tanaman sawit yang sudah tua dan kurang produktif dengan tanaman baru yang lebih berkualitas.

Mengingat pohon kelapa sawit memiliki usia produktif sekitar 20-25 tahun, peremajaan ini sangat penting untuk memastikan hasil panen tetap optimal.

“Jika ada lahan sawit seluas satu hektare yang hampir habis masa produksinya, sebaiknya persiapan lahan baru dilakukan empat tahun sebelumnya. Dengan begitu, ketika lahan lama sudah tidak produktif, lahan baru sudah siap menghasilkan buah sawit,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, tanpa adanya perencanaan yang tepat, petani berisiko harus menunggu hingga empat tahun untuk bisa menikmati hasil panen setelah replanting.

“Jangan sampai petani dibiarkan menunggu lama hanya karena proses replanting dilakukan saat pohon-pohon sudah tua. Itu akan sangat merugikan mereka,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk berperan aktif dalam mendampingi para petani sawit, baik dalam pemahaman teknis maupun bantuan perencanaan yang matang.

Dengan dukungan dari pemerintah, proses peremajaan sawit diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi para petani serta perekonomian daerah.

“Jika semua dilakukan dengan persiapan yang baik, produksi tetap bisa stabil dan kebutuhan pasar tetap terpenuhi. Ini penting untuk menjaga ekonomi petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Yusri.

Lebih lanjut, ia berharap program replanting di Kutai Timur tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga membawa dampak positif yang lebih luas bagi ekonomi lokal.

Dengan perencanaan yang tepat, Yusri optimis program replanting ini akan mendukung keberlanjutan industri sawit di Kutai Timur serta meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor agribisnis. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *