banner 728x90

Dorong Ekonomi Kreatif, Yusri Yusuf Harap Pengembangan UMKM Punya Tempat Khusus

DPRD Kutai Timur

Anggota DPRD Kutai Timur, Yusri Yusuf.

KUTIM – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yusri Yusuf, mendorong pemerintah daerah agar memberi perhatian lebih besar pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah mendiversifikasi ekonomi Kutai Timur.

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif perlu digali lebih jauh untuk mengurangi ketergantungan daerah pada sektor tambang.

“Pemerintah perlu menyediakan ruang khusus untuk UMKM agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi lokal dan tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Kita harus mulai mengembangkan industri ekonomi kreatif di Kutai Timur,” ujar Yusri.

Yusri menyoroti berbagai potensi yang dimiliki Kutai Timur, seperti sumber daya hutan yang melimpah dan lahan luas yang dapat dijadikan sektor pariwisata berbasis alam.

Menurutnya, pemanfaatan kayu untuk industri furnitur dan kerajinan adalah salah satu cara untuk menciptakan nilai tambah, begitu pula dengan pengembangan destinasi wisata alam yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja.

“Potensi lokal seperti hutan dan kayu bisa menjadi sumber ekonomi baru, terutama untuk produk furnitur. Selain itu, lahan luas di Kutai Timur juga bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik. Pemerintah perlu berinovasi, jangan hanya bergantung pada tambang,” tambahnya.

Yusri juga menekankan pentingnya pengembangan UMKM dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menciptakan perekonomian berkelanjutan.

“Kita harapkan ekonomi kreatif bisa berkontribusi pada PAD dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar.

“Pendampingan dan pelatihan itu penting agar UMKM di Kutai Timur bisa bersaing di pasar lokal maupun nasional,” ujar Yusri.

Yusri menutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM dapat membangun Kutai Timur yang lebih mandiri secara ekonomi dengan menjadikan sektor kreatif sebagai identitas baru daerah. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *