banner 728x90

Soroti Kelangkaan BBM, Anggota DPRD Kutim : Jawa dan Sulawesi Tidak Antrian Panjang

Anggota DPRD Kutim, Hj. Fitriyani.

KUTIM – Antrian panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kerap terjadi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hal ini pun mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Salah satu tokoh yang mengkritisi adanya antrian panjang itu adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Hj. Fitriyani. Dia menganggap, antrian panjang ini telah banyak merugikan masyarakat Kutim.

Dia menjelaskan, DPRD Kutim sebenarnya tak tinggal diam dengan antrian panjang BBM ini. Pihaknya bahkan pernah melakukan sidak di sejumlah SPBU yang mengalami antrian panjang.

Hanya saja, sidak itu tidak efektif. Pasalnya, setelah sidak antrian BBM kembali normal, tapi hanya sementara dan kembali antrian panjang di SPBU.

“Sempat sidak mengenai antrian panjang di BBM. Namun, satu Minggu setelah sidak, antrian panjang kembali terjadi. Kami juga minta aparat setempat agar dibantu mengenai pengamanan,” kata Hj Fitriyani.

Menurut legislator partai persatuan pembangunan (PPP) itu, antrian panjang tersebut hanya terjadi di Kalimantan Timur. Sebab, daerah lain seperti Jawa dan Sulawesi relatif tak ada antrian panjang pembelian BBM.

Menurutnya, permasalahan ini harus ditanyakan kepada Pertamina dan Disperindag. Mengapa banyak antrian panjang SPBU di Kaltim, khususnya di Kutai Timur.

“Hal ini perlu ditanyakan kepada Pertamina dan Disperindag. Apakah kouta kita dikurangi atau tidak. Kalau misalkan dikurangi, kenapa. Karena di Kutai Timur, asal ada barang pasti dibeli,” jelasnya.

Tak hanya, BBM Subsidi, bahan bakar yang tak disubsidi terkadang tak ada di SPBU. Hal inipun menimbulkan pertanyaan masyarakat, sebab kenapa BBM langka di Kutai Timur.

“Pernah hearing dengan Pertamina dan Disperindag mengenai kelangkaan BBM, alasannya kuotanya yang dikurangi. Tapi, saya tidak tahu ini alasannya saat ini, karena tidak sempat mengikuti lagi,” imbuhnya.

Dia berharap, permasalahan kelangkaan BBM dapat segera teratasi. Sebab, menurutnya, bila antrian panjang BBM terus terjadi, maka masyarakat yang akan dirugikan. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *