banner 728x90

Leni Angriani Minta Pemkab Kutim Maksimalkan Potensi Sektor Peternakan

Anggota DPRD Kutai Timur, Leni Angraini saat meninjau salah satu peternakan di Kutim.

KUTIM – Pembinaan terhadap peternakan di Kutai Timur (Kutim) haruslah berkelanjutan. Sebab, peternakan dapat menumbuhkan ekonomi daerah.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Leni Angriani saat ditemui beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan potensi ekonomi dari sektor peternakan.

Legislator partai Berkarya itu menjelaskan peternakan punya banyak peranan penting dalam pembangunan. Salah satunya adalah menyediakan pangan, terutama pemenuhan kebutuhan rakyat protein hewani.

Selain itu, peternakan juga sebagai sumber pendapatan dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Bahkan Leni mengatakan peternakan dapat menunjang aktivitas pertanian yang berkelanjutan dan perbaikan lingkungan hidup.

“Saya kira manfaatnya banyak sekali jika ini dikelola dengan baik. Nah peternakan ini untuk kebutuhan pangan, untuk memenuhi kebutuhan gizi dan lain sebagainya,” ucap Leni.

Leni juga memaparkan peternakan dapat menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran. Sebab, menurutnya jika dikelola dengan baik, peternakan dapat menyerap tenaga kerja.

“Bahkan peternakan bisa membantu mengentaskan kemiskinan. Apalagi membantu di bidang pertanian juga. Karena itu kita harus dorong terus ini supaya optimal,” ujar Leni.

Dengan banyaknya potensi dari sektor peternakan, dia mendorong Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan begitu, mereka dapat memaksimalkan potensi yang ada.

Leni juga menjelaskan pembinaan secara berkelanjutan dapat meningkatkan produksi di bidang peternakan melalui upaya edukatif atau bahkan menawarkan teknologi terbaru khususnya di bidang peternakan.

“Saya yakin, kita semua bisa menggenjot laju pertumbuhan ekonomi kita melalu berbagai sektor. Apalagi di bidang peternakan sangat banyak manfaatnya,” ucap Leni.

“Karena itu kita harus tetap mendorong Pemkab, dalam hal ini DTPHP agar lebih cepat lagi memberi edukasi kepada para peternak. Atau kalau ada teknologi terbaru, itu lebih bahkan lebih bagus. Lebih cepat lagi. Kita harapnya begitu,” imbuhnya.

Dia berharap, Pemkab Kutim dapat memaksimalkan potensi peternakan yang ada. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *