banner 728x90

TPST Prima Sangatta Eco Waste Minim Olah Sampah, Miswar Dorong Perbaikan

Kutimzone.com, Sangatta – Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Prima Sangatta Eco Waste yang terletak di belakang Pasar Induk dilaporkan mengalami kendala dalam pengelolaan sampah.

Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Maswar mengungkapkan bahwa jumlah sampah yang diolah di TPST tersebut tergolong minim, meskipun setiap harinya masyarakat setempat menghasilkan ton-ton sampah.

“Kenapa bisa sedikit pengelolaannya sementara masyarakat kita menghasilkan sampah tiap hari berton-ton,” ujar Maswar belum lama ini.

Ia berharap TPST ini dapat mengelola sampah sesuai dengan target awalnya. Namun, jika ada kendala dalam perjalanannya, Maswar menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur harus dapat mengakomodir perbaikan serta penyediaan peralatan yang dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah.

Maswar juga menyoroti sumbangan dari PT KPC kepada pemerintah daerah. “APBD bisa membantu TPST itu, kenapa tidak itu sudah dihibahkan PT KPC ke pemerintah daerah,” tandasnya.

Dalam konteks kebersihan lingkungan di Kota Sangatta, Maswar menggaris bawahi kurangnya kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan. Ia mencatat bahwa masih ada warga yang membuang sampah sembarangan, baik di selokan, parit air, maupun sungai.

Saat ini, belum ada aturan tegas yang mengatur pembuangan sampah sembarangan.

Menurut Maswar, tugas pemerintah daerah adalah menciptakan regulasi yang efektif dan menyosialisasikan dampak buruk dari pembuangan sampah sembarangan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur dapat memperkuat upaya sosialisasi dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjalani gaya hidup bersih.

Selain itu, Maswar juga mengusulkan agar Pemkab Kutai Timur mengatur jadwal pembuangan sampah dan menyediakan tempat sampah di setiap lingkungan RT.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat akan lebih tertib dalam membuang sampahnya dan tidak memilih untuk membuang limbah ke parit atau tempat-tempat sembarangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *