banner 728x90

Produksi Karet Kutim Tumbuh, Petani Andalkan Penyadapan Modern

Plt Kepala Bidang Usaha Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kutai Timur, Aminuddin Aziz
Plt. Kepala Bidang Usaha Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kutai Timur, Aminuddin Aziz

Sangatta – Di tengah dinamika pasar komoditas, Kabupaten Kutai Timur menorehkan cerita manis lewat sektor perkebunan karet. Produksi karet alam di wilayah ini menunjukkan tren positif berkat penerapan teknik penyadapan modern dan penguatan sarana hilirisasi.

Berkat dukungan Dinas Perkebunan, para petani di Long Masangat kini didorong menerapkan standar penyadapan sesuai aturan nasional. Mulai dari penentuan “matang sadap”, pemakaian alat khusus seperti mal sadap dan pisau tarik, hingga pengolahan pascapanen yang bersih dan higienis. Semua diarahkan agar produksi lateks Kutai Timur bisa bersaing di pasar domestik dan ekspor.

Menurut Plt Kepala Bidang Usaha Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Kutai Timur, Aminuddin Aziz, potensi komoditas karet di daerah ini masih sangat besar.

“Kami terus berupaya memperkuat UPTD sebagai penggerak utama. Ada tiga unit pengolahan yang memahami teknis dan pemasaran bahan olah karet. Intinya, bagaimana meningkatkan kualitas produksi dan harga jual bagi petani,” ujarnya saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Rabu (19/11/2025).

Ia menyebut, kunci peningkatan produksi terletak pada ketepatan teknik penyadapan. Pohon yang telah matang sadap—ditentukan melalui ukuran lilit batang minimal 45 cm pada ketinggian 100 cm—baru boleh disadap untuk menjaga kesinambungan tanaman.

Teknik penyadapan juga memengaruhi volume dan mutu lateks. Irisan miring 30°–40°, pemasangan talang dan mangkuk sadap, serta kedalaman goresan maksimal 1,5 mm menjadi hal vital yang wajib dikuasai petani.

Di samping itu, pemerintah juga menggulirkan program bimbingan teknis dan bantuan alat sarana prasarana (sarpras) untuk mendukung petani di lapangan.

“Sekarang, petani bisa langsung menjual ke PT (Perusahaan) Karet di Samarinda. Standar produksi kita sudah memenuhi syarat nasional dan internasional. Kita juga pakai pembeku khusus untuk hilangkan bau karet,” tambah Aminuddin.

Langkah ini tak hanya mendongkrak nilai jual karet, tapi juga memberi insentif bagi regenerasi petani muda yang melihat sektor ini semakin prospektif. Data Dinas Perkebunan menyebutkan, dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan volume produksi dari kebun rakyat secara signifikan.

Dengan penguatan hulu-hilir dan kemitraan pasar yang semakin terbuka, Kutai Timur berpeluang menjadi lumbung karet baru di Kalimantan Timur. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *