Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) merencanakan pembangunan museum multi guna. Museum itu bakal diberi nama Museum Karst.
Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. Pembangunan museum itu telah direncanakan sejak lama dan dipersiapkan dengan matang.
“Nantinya, Museum ini diberi nama “Museum Karst” sebagai penghargaan terhadap kawasan karst yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang kaya,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Nanti, usai pembangunannya rampung, museum itu akan difungsikan sebagai pusat informasi dan edukasi bagi warga Kutim, termasuk kepada para pengunjung yang ingin tahu banyak perihal karst Sangkulirang Mangkaliat.
Saat ini, Disdikbud mengaku bakal menggelar FGD terkait rencana pembangunan museum pada 2024 nanti.
Mulyono mengaku, dana yang akan digunakan adalah anggaran murni tahun depan. Termasuk, anggaran perubahan bisa dialokasikan pada dukungan pembangunan proyek museum.
“Museum ini akan disebut Museum Karst, namanya khusus karena kita terkenal dengan nama Kawasan Karst Sangkulirang Mangkaliat, kebetulan barang-barang bersejarah ini ditemukan di kawasan-kawasan tersebut oleh para peneliti,” jelasnya.
Museum Karst akan menjadi tempat memajang materi dari cagar budaya, yang memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang mendalam.
Sejak sepuluh tahun silam, terdapat Galeri Cagar Budaya yang berlokasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim. Galeri ini sebenarnya merupakan cikal bakal dari museum yang sedang dalam tahap pembangunan.
“Selama ini, barang-barang yang merupakan cikal bakal museum sudah ada di sana. Namun, ketika museum selesai dibangun, barang-barang tersebut akan dipindahkan ke museum,”
Proses pembebasan lahan untuk pembangunan museum telah dilakukan sebelumnya, dan saat ini pihak berwenang sedang merancang perkembangan proyek ini. Dinas Pertanahan juga telah mengonfirmasi bahwa proses pembayaran ganti rugi lahan telah dilunasi.


