Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mewacanakan pembangunan Gudang pangan untuk menjaga stabilitas akan kondisi Darurat pangan. Luas lahan yang disediakan adalah 4,7 hektar.
Saat ini, pihak Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Rencana pembangunan gudang cadangan pangan itu bertujuan memberi kesiapan Pemkab menghadapi bencana. Meski tak diminta-minta, nantinya, gudang cadangan ini akan menjadi pemasok pangan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kutai Timur EM Bennie Hermawan, menjelaskan, rencana pembangunan gudang pangan ini akan mengambil lahan seluas 4,7 hektar. Bahkan Bupati telah memberikan rekomendasi persetujuan.
Hanya proses regulasi masih perlu diperjelas untuk memastikan tidak adanya konflik aturan terutama terkait dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Kami berencana membangun gudang pangan cadangan di Wilayah Soekarno Hatta, sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan pangan dalam menghadapi bencana. Namun, sebelumnya, kami akan menyelesaikan regulasi terlebih dahulu untuk menghindari potensi konflik dengan aturan yang sudah ada, terutama dengan Bulog,” ungkap Bennie kepada awak media, belum lama ini.
DKP juga berencana untuk melakukan studi ke Tabanan yang memiliki gudang pangan serupa. Hal ini diharapkan akan memberikan inspirasi dan panduan dalam pembangunan gudang pangan Kutim.
“Dengan adanya gudang pangan ini, petani di Kutai Timur akan memiliki akses langsung untuk menjual hasil panen mereka. Ini akan memberikan kemudahan akses pasar dan memungkinkan distribusi pangan yang lebih efisien,” paparnya.
Menurutnya, Proyek pembangunan gudang pangan ini diharapkan tidak hanya akan memenuhi kebutuhan internal Kutim. Tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan saat terjadi bencana atau keadaan darurat.
“Langkah-langkah persiapan ini merupakan bagian dari upaya Kabupaten Kutai Timur untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat,” tutupnya.


