banner 728x90

Kala Siang Geah Bicara Soal Ketahanan Pangan di Kutim

Kutimzone.com, Sangatta – Anggota Komisi A DPRD (Legislator) Kutai Timur (Kutim) Siang Geah menyebut kebutuhan pangan di daerah itu bakal tercukupi. Syaratnya, kata dia, lahan pertanian mesti dikelola secara optimal.

Hal itu disampaikan Siang Geah karena gerah melihat masyarakat Kutim masih mengandalakan bahan pangan dari luar daerah. Padahal, kata dia, Kutim adalah salah satu daerah dengan lahan yang luas dan memilimj kualitas tanah yang subur.

“Tanah di Kutim sangat luas dan subur, dan akan berpotensi jika dikelolah dengan baik untuk mencukupi kebutuhan pangan di Kutim,” kata Politisi PDI-P ini saat ditemui di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, ia menyebut urusan pangan bukanlah hal sepele. Karenanya, kata Siang Geah, hal itu mesti dipandang sebagai permasalahan krusila yang mesti ditangani serius.

“Ketahanan pangan adalah masalah mati hidupnya bangsa, ini bukan masalah yang harus di sepelekan, tapi betul-betul menjadi permasalahan yang krusial dan fundamental.”

Siang Geah juga menjelaskan bahwa krisis pangan dan krisis energi adalah dua hal yang menjadi perhatian serius di dunia saat ini. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan dari luar negeri.

“Saat ini, krisis pangan sudah hampir dirasakan beberapa negara di dunia, bahkan ada yang sudah membatasi impor ke Indonesia, termasuk ke Kaltim. Beberapa negara lebih mengutamakan kepentingan dalam negerinya sendiri,” paparnya.

Ia juga menyebut, ketahanan beriringan dengan misi partainya, yang menekankan perlunya Indonesia menjadi Swasembada pangan.

Salah satu programnya di tingkat daerah adalah Pangan Estate. Kini, program itu tengah berjalan di Kutim.

“Kutim ini tanah surga. Luas dan subur. Food estate itu bukan hanya menanam padi, tapi juga tanaman pokok pengganti nasi, seperti talas, singkong, dan lain-lain. Ini dilakukan secara sistematis dan menyeluruh,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *