
Kutimzone.com,Sangatta – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Joni, menaruh perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani di wilayah daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Kutim. Dalam upaya mendukung peningkatan kesejahteraan petani, Joni berencana untuk membangun jalan tani yang menghubungkan sejumlah wilayah sentra produksi tanaman pangan, perkebunan sawit, dan hortikultura di wilayah tersebut.
Rencana pembangunan jalan tani ini didasarkan pada kesadaran akan pentingnya infrastruktur yang baik untuk mendukung pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. Joni menyatakan bahwa pembangunan jalan tani ini sejalan dengan program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan ia berkomitmen untuk merealisasikan permintaan dari kelompok-kelompok petani di wilayah dapilnya.
“Saat saya melakukan kunjungan ke wilayah dapil II, saya mendapatkan banyak permintaan dari kelompok-kelompok petani, termasuk permintaan untuk memperbaiki jalan tani. Tentu saja, saya akan berusaha merealisasikan permintaan tersebut,” ungkap Joni dalam pernyataannya belum lama ini.
Beberapa desa yang mengusulkan pembangunan jalan tani adalah Desa Teluk Pandan (Kecamatan Teluk Pandan), Desa Margo Mulyo, dan Rantau Makmur (Kecamatan Rantau Pulung). Kelompok tani (Poktan) yang mewakili masyarakat di wilayah-wilayah tersebut berharap agar Joni sebagai politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapat memfasilitasi pembukaan jalan baru dan pengerasan jalan kebun yang sudah ada.
Permintaan ini menjadi sangat relevan mengingat para petani selama ini sering menghadapi kesulitan dalam mengangkut hasil panen mereka karena kondisi jalan yang rusak. Terutama saat musim hujan, ketika petani harus menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen, kendala di jalan semakin dirasakan.
“Kondisi ini tentu sangat mengganggu, apalagi mereka mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor. Makanya ketika hujan tiba, mereka sangat kesulitan,” jelas Joni, menggambarkan situasi yang dihadapi para petani.
Rencana pembenahan dan perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi bagi para petani dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Saat ini, banyak gang di kampung-kampung yang belum mendapatkan perhatian serupa, meskipun beberapa di antaranya sudah mengalami pengerasan pada badan jalan.
“Tentu, kami akan melakukan pengerasan pada badan jalan yang telah ada, tetapi prioritas kami sekarang adalah untuk merealisasikan pembangunan jalan tani baru dan membuka akses jalan yang memadai,” tambah Joni.
Rencana ambisius Ketua DPRD Kutim ini semakin menunjukkan komitmen para pemimpin lokal untuk mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Diharapkan, dengan pembangunan jalan tani yang direncanakan, para petani di wilayah dapil II Kabupaten Kutim dapat merasakan manfaat nyata dalam mengangkut hasil panen dan menghadapi tantangan ekonomi secara lebih baik. Proyek ini menjadi cerminan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan perubahan positif untuk kesejahteraan bersama.(adv/dprd)


